Berita

teguh santosa

Politik

PENYADAPAN AUSTRALIA

Pemerintahan SBY Jangan Terpancing Provokasi dan Permainkan Emosi

SELASA, 19 NOVEMBER 2013 | 21:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah Indonesia disarankan untuk tetap fokus menyelesaikan sejumlah agenda pembangunan nasional mengingat usia pemerintahan yang sudah semakin pendek. Di sisi lain, pihak-pihak di luar pemerintah diminta tidak memanas-manasi suasana, apalagi sampai menekan pemerintah untuk mengambil tindakan keras seperti pemutusan hubungan diplomatik bahkan perang menyusul skandal penyadapan yang dilakukan Australia terhadap sejumlah pejabat negara.

"Usia pemerintahan SBY tinggal beberapa bulan lagi. Sebaiknya pemerintah fokus mengerjakan sejumlah pekerjaan yang masih tersisa. Gunakan waktu yang sempit ini untuk mengejar target sebelum pemilihan umum dan pemilihan presiden tahun depan digelar," ujar dosen hubungan internasional FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (19/11).

"Mempersiapkan diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, misalnya, jauh lebih penting bagi Indonesia daripada berlama-lama memperdebatkan penyadapan yang dilakukan Australia," kata Teguh lagi.


Menurut Teguh, pengakuan Perdana Menteri Australia Tony Abbott di depan Parlemen Australia merupakan hukuman yang sepadan walaupun di saat yang sama ia mengatakan tidak akan meminta maaf. Abbott menyebut penyadapan itu sebagai tindakan yang perlu dilakukan Australia untuk melindungi kepentingan nasional mereka.

Keputusan pemerintah Indonesia memanggil pulang. Dutabesar untuk Australia juga merupakan tindakan yang sepadan dan pantas, serta merupakan pukulan telak bagi Australia.

Perang, masih kata Teguh, bukan tindakan yang bijaksana. Perang bukan hanya mahal secara ekonomi tetapi juga mahal secara politik karena bisa membuat seorang kepala pemerintahan atau kepala negara kehilangan kekuasaan. Ada studi yang menyebutkan bahwa lebih banyak pemerintahan di negeri demokratis yang jatuh karena menggelar perang, terlepas menang atau kalah, daripada pemerintahan di negeri non-demokratis.

"Juga ada adagium yang mengatakan negara demokratis tidak akan berperang dengan megara demokratis lainnya," sambung Teguh.

Teguh yang juga Ketua Bidang Luar Negeri Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah yakin pemerintah memahami hal itu, dan tidak tidak akan gegabah mengambil langkah yang lebih keras yang akan dinilai sebagai tindakan yang emosional.

Di sisi lain, Teguh juga meminta pemerintah tidak mempermainkan emosi publik, apalagi sengaja memperlama polemik ini dengan tujuan memindahkan sentimen publik dari persoalan dalam negeri yang jauh lebih penting.

"Sebaiknya kita semua mengedepankan kepentingan nasional dalam menghadapi persoalan ini, dan tidak emosional," demikian Teguh.[dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya