Berita

Bill Shorten/net

Partai Buruh: Australia Seharusnya Minta Maaf Seperti Obama

SELASA, 19 NOVEMBER 2013 | 20:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Isu penyadapan oleh intelijen Australia terhadap sejumlah pejabat Indonesia termasuk Kepala Negara memicu perdebatan di antara parlemen dan pemerintah di Negeri Kanguru itu.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott menegaskan di hadapan parlemen bahwa Australia tidak akan merinci mengenai kegiatan intelejennya ataupun meminta maaf atas kegiatan intelejen yang dilakukan oleh negaranya.

"Australia seharusnya tidak diharapkan meminta maaf atas langkah-langkah untuk mengamankan negara kami saat ini atau dimasa lalu," tegas Abbott seperti disirakan kantor berita ABC, Selasa (19/11).
 

 
Keputusan Abbott yang merupakan politisi Partai Liberal tersebut mendapat bantahan dari pemimpin Partai Buruh Australia, Bill Shorten. Shorten menilai Parlemen Australia justru seharusnya meminta maaf kepada Indonesia sebagaimana yang dilakukan oleh Presiden Obama kepada Kanselir Jerman, Angela Markel terkait kasus serupa.

"Saya percaya, misalnya bahwa sebagai contoh, Amerika Serikat dan cara mereka menangani isu yang sama dengan Jerman membuat kesempatan bagi kita untuk mempertimbangkan aksi serupa," kata Shorten seperti dikabarkan The Australian pada Selasa (19/11).

Shorten menyebut bahwa kesempatan ini seharusnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Australia untuk memperbaiki hubungan baik dengan Indonesia.

"Hari-hari ke depan menyisakan hal penting untuk memulihkan permasalahan dengan Indonesia. "Kita seharusnya tidak membiarkan masalah ini menjadi semakin buruk dalam waktu yang lama," tegas Shorten. [dem]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya