Berita

ilustrasi/net

Media Australia Ungkit Penyadapan oleh Indonesia

SELASA, 19 NOVEMBER 2013 | 11:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Di tengah kegeraman pemerintah Indonesia terkait isu penyadapan yang dilakukan oleh Australia terhadap komunikasi telepon sejumlah petinggi di Indonesia, termasuk Presiden SBY, sebuah media Australia, the Australian, hari ini (Selasa, 19/11), memberitakan mengenai aksi penyadapan yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap Australia selama krisis Timor Timur.

Berita tersebut didasarkan pada wawancara yang dilakukan pada tahun 2004 dengan mantan Kepala Intelejen Indonesia, Jenderal AM Hendropriyono.

Dalam wawancara tersebut, Jendral Hendropriyono yang memimpin Badan Intelejen Negara (BIN) di bawah pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri diberitakan pernah mengatakan bahwa agen intelijennya menyadap telepon masyarakat sipil, militer dan politisi Australia saat krisis Timor Timur terjadi, pada tahun 1999.


"Kita ingin tahu apa yang sebenarnya didiskusikan tentang kita," katanya dalam program Nine's Sunday, dikutip dari the Australian.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyebut bahwa kedua belah pihak sebenarnya sudah saling mengetahui aksi penyadapan selama krisis yang terjadi di Timor Timur.

"Kita bisa menyebut ini rahasia umum. Rahasia tapi publik tahu. Ini cukup umum dalam aktifitas intelejen," lanjutnya.

Jendral Hendropriyono, masih dari sumber yang sama, menuturkan bahwa aksi mata-mata Indonesia telah berakhir dan tidak lagi dilakukan karena saat ini Indonesia telah menghadapi musuh bersama, yakni terorisme global. [ysa] 

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya