Berita

Politik

DPR Sudah Lama Tunggu Sikap Tegas Pemerintah Soal Penyadapan

SENIN, 18 NOVEMBER 2013 | 21:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penyadapan Australia kepada para pejabat Pemerintah Indonesia diyakini akan menganggu hubungan bilateral kedua negara. Menkopolhukam Djoko Suyanto mengaku telah berkordinasi dengan Menlu Marty Natalegawa untuk melakukan sejumlah langkah terkait penyadapan tersebut.

Langkah-langkah yang dilakukan, kata Djoko, Kementerian Luar Negeri akan menghubungi Menlu Australia, Julie Bishop, untuk menyampaikan bahwa isu penyadapan akan membawa dampak yang tidak baik terhadap hubungan bilateral Indonesia dan Australia.

Kedua, meminta Australia untuk menyampaikan official and public explanation mengenai komitmen untuk tidak melakukan penyadapan.


Ketiga, Kemlu akan memanggil Dubes RI di Canberra Nadjib Riphat Kesoema ke Jakarta untuk konsultasi dan mengkaji kerja sama pertukaran informasi antar pemerintah RI dan Australia, termasuk penugasan pejabat Australia di Kedubes Australia di Jakarta. Kemlu juga akan mereview seluruh kerja sama pertukaran informasi dan kerja sama lainnya dengan Australia.

Langkah Pemerintah sebagai jawaban kekecewaan atas insiden penyadapan tersebut diapresiasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Anggota Komisi I DPR, Muhammad Najib mengatakan, sikap RI yang juga meninjau keberadaan Dubes Australia di Jakarta terkait penyadapan tersebut melegakan komisinya yang membidangi pertahanan, luar negeri dan informasi.

"Sikap tegas Pemerintah yang disampaikan Menkopolhukam sudah lama ditunggu DPR," katanya kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 18/11).

Najib mengatakan dalam Paripurna tadi pagi isu penyadapan yang dilakukan sejumlah negara terhadap pejabat-pejabat di Indonesia. Apalagi berita terbaru terkait nama Presiden dan sejumlah petinggi negara disebut-sebut menjadi sasaran penyadapan.

Sikap tegas Pemerintah, kata Najib yang merupakan politisi PAN mengapresiasi, juga sudah selayaknya dilakukan karena permintaan resmi Kemenlu kepada negara-negara yang disebut-sebut telah melakukan penyadapan tidak kunjung mendapatkan respon.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya