Berita

indro tjahjono/net

Dewan Pakar Hanura: Pencapresan WIN-HT Harus Dievaluasi!

MINGGU, 17 NOVEMBER 2013 | 21:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pencapresan Wiranto-Hary Tanoesudibjo (WIN-HT) digugat kalangan internal Partai Hanura. Selain pengusungan terlalu terburu-buru, Hary Tanoe dianggap kurang kredibel mendampingi Wiranto.

"Saya pikir pengusungan ini karena alasan pragmatis semata. Perlu dievaluasi," ujar Anggota Dewan Pakar Partai Hanura Indro Tjahjono saat dihubungi wartawan, Minggu (17/11).

Indro yang mantan aktivisi 1977/1978 mengatakan seharusnya Wiranto memilih tokoh yang memiliki kompetensi bagus sebagai cawapresnya. Selain itu, penunjukkan cawapres harus dilakukan dengan memperhatikan perkembangan politik yang ada. Bukan dengan serta-merta memilih orang terdekat dan para pendukungnya, atau karena alasan kepemilikan finansial yang kuat semata.


"Seharusnya Partai Hanura membicarakan terlebih dulu dengan matang soal kriteria cawapres yang bisa melengkapi kelemahan Wiranto. Misalnya, kriteria kompetensi dalam pergaulan internasional karena Wiranto mempunyai kelemahan dari sisi ini," imbuh Indro.

Kriteria kedua, lanjut dia, karena Wiranto yang purnawirawan Jenderal memiliki kelemahan dari aspek ekonomi maka sudah seharusnya pasangan yang diusung tokoh-tokoh yang kuat di bidang ekonomi.

"Jadi seharusnya Pak Wiranto didampingi oleh orang-orang yang memiliki kelebihan dari apa yang tidak dimilikinya sebagai supporting (pendukung)," tegasnya.

Indro memastikan pengusungan WIN-HT masih bisa dievaluasi.

"Kalau kita bicara soal politik, seharusnya (pencapresan) itu terbuka untuk dievaluasi karena pasangan capres/cawapres bersifat politis dan memperjuangkan kepentingan Hanura secara keseluruhan. Jadi harusnya, Hanura melakukan evaluasi lah," demikian Indro.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya