Berita

DAVID CAMERON/XINHUA

Dunia

Sri Lanka Tolak Usulan Cameron

SABTU, 16 NOVEMBER 2013 | 17:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Sri Lanka dengan tegas menolak usulan Perdana Menteri Inggris David Cameron agar dilakukan penyelidikan internasional atas konflik etnis yang pernah terjadi di Sri Lanka.

Seperti dikabarkan Xinhua, kepala Parlemen dan Kabinet Menteri, Nimal Siripala de Silva menekankan pada Sabtu (16/11) bahwa Sri Lanka merupakan negara berdaulat, karena itu dengan tegas menolak upaya penyelidikan Internasional dan menyebut hal tersebut sebagai upaya intervensi asing.

Pernyataan itu sebagai tanggapan atas sikap Cameron pagi tadi yang menyatakan bahwa Inggris akan mendorong Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UN Human Rights Council/UNHRC) melakukan penyelidikan jika Sri Lanka tidak mampu menangani dan menjelaskan masalah pelanggaran HAM yang terjadi di negaranya hingga Maret 2014 mendatang.


Untuk diketahui, permasalahan HAM yang terjadi di Sri Lanka berlatar pemberontakan kelompok minoritas Tamil terhadap pemerintah yang terjadi selama 26 tahun. Pemberontakan baru berhenti pada tahun 2009 ketika pemerintah melakukan serangan besar-besaran terhadap kelompok Tamil. Data PBB menyebutkan, sekitar 40 ribu warga sipil Tamil tewas di bulan terakhir serangan pemerintah tersebut

De Silva juga menegaskan bahwa negara-negara persemakmuran Inggris atau Commonwealth tidak akan digunakan sebagai polisi global bagi permasalahan negara-negara anggota lainnya.

Cameron dan sejumlah pemimpin negara persemakmuran Inggris saat ini tengah berkumpul di Sri Lanka dalam pertemuan rutin dua tahunan atau Commonwealth Summit. Sebelumnya, Perdana Menteri India, Kanada, dan Mauritus telah memboikot acara tersebut sebagai bentuk protes atas permasalahan HAM yang belum dituntaskan oleh Sri Lanka.[wid]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya