Berita

foto: net

Dunia

NUKLIR KORUT

Butuh Waktu untuk Memulai Lagi Perundingan Enam Pihak

SABTU, 16 NOVEMBER 2013 | 11:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perundingan enam pihak atau Six Party Talks yang membahas isu nuklir Korea Utara  masih membutuhkan waktu untuk bisa dimulai kembali. Masih terdapat banyak perbedaan pendapat di antara enam negara tersebut.

"Pembukaan kembali perundingan masih membutuhkan waktu agar masing-masing negara mampu memperkecil perbedaan terkait prasyarat yang diperlukan untuk dimulainya kembali perundingan," kata seorang pejabat tinggi pemerintah Korea Selatan, seperti diberitakan kantor berita Yonhap.

Menurut pemerintah Korea Selatan, keenam negara tengah mencari jalan tengah dari perbedaan pendapat demi tercapainya tujuan utama dari perundingan, yakni denuklirisasi Korea Utara dengan cara-cara damai. Karena itu, keenam negara berkoordinasi untuk merinci rancangan apa saja yang perlu dibahas apabila pembicaraan kembali dimulai.


Pernyataan resmi pemerintah Korea Selatan itu muncul sebagai upaya bersama Amerika Serikat dan China untuk mempercepat proses dimulainya kembali perundingan enam pihak tersebut. Six Party Talks terdiri dari enam negara, yakni Korea Utara, Korea Selatan, China, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat didirikan pada tahun 2003. Namun perundingan enam pihak tersebut terhenti pada tahun 2008 ketika ketegangan di Semenajung Korea kembali meningkat. Hingga saat ini, perundingan belum kembali dilakukan. [ald]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya