Berita

Dunia

AS Tawarkan US$ 10 juta untuk Siapapun yang Ungkap Dalang Serangan di Benghazi

SABTU, 16 NOVEMBER 2013 | 10:28 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Pemerintah Amerika Serikat menjanjikan US$ 10 juta untuk siapapun yang bisa mengungkap dalang di balik serangan Kedutaan Besar AS di Libya, 11 September 2012.

Tetapi, Kementerian Luar Negeri AS belum mau mempublikasikan sayembara tersebut di situs Rewards For Justice (www.rewardsforjustice.net) milik pemerintah AS.

"Karena masalah keamanan dan kepekaan seputar investigasi, tawaran hadiah belum dimuat di situs RFJ," kata departemen itu dalam pernyataan resmi, seperti dikutip Associated Press (Sabtu, 17/11).


Pada 11 September 2012, Duta Besar AS untuk Libya, J. Christopher Stevens, dan tiga staf kedutaan tewas setelah sekelompok massa menyerbu konsulat Amerika di Benghazi, hari Selasa malam (11/9).

Tragedi itu meledak menyusul peredaran film "Innocence of Muslims". Film yang dianggap menghina Nabi Muhammad itu membuat massa di Benghazi mengamuk dan menembaki serta membakar gedung konsulat Amerika. [ald]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya