Direktur Jenderal Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (National Security Agency/NSA), Keith Alexander, menerangkan bahwa mantan pekerjanya, Edward Snowden, telah membocorkan setidaknya 200 ribu dokumen rahasia kepada media massa.
"Saya berharap ada jalan untuk menghindarinya. Snowden telah menyebarkan sekitar 50 ribu hingga 200 ribu dokumen kepada media. Ini akan terus berlanjut untuk diungkapkan," kata Alexander dalam pidatonya, seperti dikabarkan Russia Today, Jumat (15/11).
Alexander menyebut aktivitas Snowden tersebut merupakan kesalahan besar, karena kebocoran data dapat meningkatkan potensi aksi terorisme.
Dalam pidatonya, ia juga menyinggung laporan Snowden kepada media Prancis mengenai penyadapan NSA terhadap 70 juta panggilan telepon masyarakat Prancis selama 30 hari. Kata Alexander, data yang dikumpulkan NSA tersebut sebenarnya ditujukan untuk mendukung aktivitas yang berkaitan dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO).
"Informasi tersebut tidak ada yang dikumpulkan di Prancis atau terhadap masyarakat Prancis, atau masyarakat Eropa," katanya.
Alexander menggambarkan bahwa keributan yang disebabkan dokumen Snowden di Eropa merupakan sesuatu yang besar.
"Dan ini menarik. Ini hampir seperti perang kata," jelasnya.
[ald]