Berita

foto: net

Dunia

348 Orang Pelaku Pornografi Anak Ditangkap dari Sejumlah Negara

JUMAT, 15 NOVEMBER 2013 | 12:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah investigasi bernama "Project Spade", yang menginvestigasi jaringan internasional eksploitasi dan pornografi terhadap anak, telah menangkap 348 orang dan menyelamatkan hampir 400 anak-anak selama tiga tahun terakhir.

Investigasi dilakukan oleh kepolisian Toronto, Kanada bekerjasama dengan Amerika Serikat, Australia, Spanyol, Meksiko, Afrika Selatan, Norwegia, Yunani dan Irlandia pada perusahaan film bernama Azov Film yang berbasis di Toronto. Perusahaan film tersebut telah menjual dan mengedarkan DVD maupun video streaming yang berisi pornografi dan adegan seksual yang dilakukan oleh anak-anak.

Dikutip dari BBC, Azov Film diketahui telah memasarkan filmnya ke 94 negara. Investigasi tersebut mengungkap keterlibatan ratusan orang dalam produksi film pornografi yang melibat anak-anak tersebut. Sebanyak 108 penangkapan dilakukan di Kanada, 76 penangkapan di Amerika Serikat, dan 164 penangkapan dilakukan di sejumlah negara lainnya. Pemilik Azov Film merupakan warga negara Kanada, Brian Way (42), dan telah ditahan sejak Mei 2011.


Inspektur Polisi Toronto, Beaven Desjardins, menyebutkan bahwa dari 348 orang yang ditangkap tersebut, terdapat 40 guru, enam personel penegak hukum, enam pastur dan pemimpin agama, dan sejumlah dokter dan perawat.

"Aktivitas (pornografi anak) dilakukan di ratusan ribu tempat untuk mengambil gambar dan video yang secara jelas menunjukkan tindakan penyimpangan seksual terhadap anak-anak, beberapa diantaranya adalah yang terburuk yang pernah dilihat," kata kepolisian Toronto.

Para korban yang merupakan anak-anak diidentifikasi banyak yang belum memasuki masa pubertas, bahkan korban termuda masih berusia lima tahun. Investigasi masih dilakukan hingga saat ini.  [ald]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya