Anggota Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Tridianto berjanji akan mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta dikembalikan uang Rp 1 miliar yang disita. Kini, Tridianto pun ditagih agar menunaikan janji yang disampaikan beberapa jam setelah penyitaan dilakukan penyidik pada Selasa (12/11) lalu itu.
"Katanya mau mengambil uang yang disita KPK dengan batas waktu 2X24 jam. Ini sudah dua hari kok belum diambil juga," ujar Ketua Perhimpunan Gerakan Muda 98 Mochamad Toha Murthado di Jakarta, Kamis (14/11).
Tentu saja Tridianto punya hak untuk aktif di PPI setelah tidak lagi jadi kader Partai Demokrat, dan pasang badan untuk Anas Urbaningrum. Tapi perlu dicamkan oleh dia bahwa ada resiko yang harus dihadapi baik secara hukum ataupun sanksi sosial di balik tingkahnya sangat aneh.
"Saya kasihan saja sama Tri. Dari pada bikin onar mending pulang kampung saja untuk menghidupi keluarga. Jangan masuk ke wilayah yang tidak dikenal karena bisa menjebak diri Anda sendiri," ujar Toha.
Dikatakan Toha, bagaimana bisa dikatakan kalau Nazarudin bukan orang dekat Anas. Bukan rahasia lagi apalagi di kalangan elit bahwa dulu hubungan antara Nazarudin dan Anas sangat romantis.
"Fokuslah menyelesaikan dengan cara hukum bukan membangun opini dengan menumpangi kebebasan pers sebagai alat klarifikasi publik," demikian Toha.
[dem]