Berita

KPK: Ujian Pertama Sutarman Menuntaskan Kasus Rekening Gendut

KAMIS, 14 NOVEMBER 2013 | 17:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kapolri Jenderal Sutarman harus bersikap tegas dalam pemberantasan korupsi termasuk di jajarannya, salah satunya menuntaskan kasus rekening gendut sejumlah perwira tinggi polri.

Begitu disampaikan Komisioner Kompolnas Irjen (purn) Logan siagian di sela seminar bertema "Membangun Pemimpin Polri yang Berkarakter Guna Terciptanya Kepercayaan Dalam Rangka Terwujudnya Kamtibmas yang Kondusif Menjelang Pemilu 2014" di Sespimma Lemdiklat Polri, Kebayoran Lama Jakarta Selatan, Kamis (14/11).

"Pemberantan korupsi harus dilakukan baik ke dalam maupun keluar. Inilah memang tantangan Polri," imbunya.


Logan meyakini Sutarman bersikap tegas dalam pemberantasan korupsi, termasuk terkait permasalahan rekening gendut yang muncul beberapa tahun lalu.

"Kapolri sekarang tegas sekali, bahkan ketika kemarin menutup pelatihan ada arahan beliau menyatakan, bukan hanya kepada publik namun penyelidikan dan penyidikan korupsi termasuk kedalam juga (internal). Kita lihat saja gebrakannya," ujar Logan.

Meminjam istilah bagaimana menyapu bila sapunya kotor, Logan menegaskan penuntasan kasus korupsi termasuk indikasi rekening gendut Polri adalah tantangan Polri saat ini.

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengungkapkan bahwa permasalahan rekening gendut Pati Polri telah diserahkan sepenuhnya kepada Bareskrim Mabes Polri. Sependapat dengan Logan, Adnan menilai penuntasan persoalan rekening gendut perwira tinggi Polri adalah ujian pertama Sutarman sebagai Kapolri.

"Ujian pertama memang rekening gedut karena bertahun-tahun tidak dtuntaskan. Kalau bisa menuntaskan maka dia bisa menjawab tantangan publik," tukas mantan anggota Kompolnas ini.

Terkait dugaan korupsi, peran PPATK disebutkan Adnan juga vital dalam mendeteksi transaksi mencurigakan, baik di intitusi Polri ataupun institusi lainnya. Terlebih saat pasar bebas telah berlaku, peran PPATK diharapkan mampu menjadi pagar pemberantasan korupsi.

Anggota Komisi Hukum DPR RI, Eva K Sundari juga melihat Sutarman sebagai figur yang tegas di internal Mabes Polri. Sutarman merupakan orang tegas dalam melindungi dan menjaga kewibawaan Polri.

"Figur Sutarman bagus dalam arti menjaga kewibawaan lembaga Polri. Semoga ketegasan beliau juga untuk melaksanakan pembenahan internal," katanya.

Menurut Eva, tantangan Kapolri baru nanti adalah meningkatkan akuntabilitas internal lembaga Polri antara lain melaksanakan reformasi kultur sehingga tidak korup, yang tentu saja salah satunya dengan menuntaskan kasus rekening gendut.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya