Berita

Keberanian Anas Menghadapi Kasusnya Secara Kesatria Diragukan 

RABU, 13 NOVEMBER 2013 | 15:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penggeledahan dan penyitaan uang Rp 1 miliar yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kediaman Anas Urbaningrum yang juga markas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) merupakan rangkaian kerja penyelidikan terhadap kasus Hambalang. Jika penggeledahan dan penyitaan KPK tersebut dianggap di luar prosedur, maka Anas dan PPI disarankan menempuh jalur hukum.

“PPI jangan malah merangkai cerita yang belum jelas dasar kebenaranya. Apalagi, PPI mengkait-kaitkan dengan Sekjen partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyno (Ibas),” kata fungsionaris Partai Demokrat yang kini duduk sebagai anggota DPRD Kota Yogyakarta Seno Pratomo dalam siaran persnya Rabu (23/11).

“Apa coba hubungan Mahfud Suroso dengan Sekjen kami, dan yang aneh lagi dikait-kaitkannya Ibas dengan terpilihnya Anas sebagai Ketum di Kongres partai Demokrat di Bandung,” ujar Seno.


Pada waktu kongres partai Demokrat di Bandung 2010 lalu lanjut Seno, Anas dan Ibas bukan satu warna. Ibas pada waktu itu tidak ada di kubu Anas. Jadi kalau kubu Anas menyeret Ibas soal dana yang mengalir untuk kemenangan Anas itu namanya menipu sejarah atau split history.

“Malah saya menilai masuknya Ibas dalam kepengurusan Anas adalah jebakan batmen. Justru Nazarudin adalah pintu masuk semua agar persoalan ini terbongkar,” kata dia.

Seno menegaskan, jika PPI terus membackup Anas, maka kami dan kader partai Partai Demokrat seluruh Indonesia siap membelas Ibas.

“Kalau perlu kita akan mengadakan apel siaga dengan ribuan kader partai Demokrat di seluruh Indonesia untuk membela Ibas. Kami juga akan menghadapi siapapun entah, perorangan ataupun organisasi yang mencoba merusak kehormatan dan marwah partai Demokrat,” jelasnya.

Jika ormas kagetan seperti PPI terus mencari sensai dan menciptakan skenario opini seolah-olah Ibas terlibat Hambalang, kami siap berhadapan dengan organisasi itu. “Jadi saran kami sebaiknya Anas menghadapi kasusnya dengan satria. Buktikan Anda tidak bersalah nanti di pengadilan Tipikor,” pungkasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya