Berita

Dunia

Pusat Pelatihan Perdagangan Dibangun di Meknes-Tafilalet

RABU, 13 NOVEMBER 2013 | 16:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Raja Maroko baru-baru ini meresmikan pembangunan Pusat Pelatihan Perdagangan di kota Meknes. Program ini adalah bagian dari Kampanye Solidaritas Nasional ke-16 yang digalang Raja Maroko sejak ia dilantik sebagai kepala negara serta merupakan implementasi komitmen Kerajaan Maroko dalam membangun sumber daya manusia, khususnya kalangan usia muda.

Disebutkan bahwa Pusat Pelatihan Perdagangan ini ditujukan untuk mendorong kemampuan kaum muda Maroko dengan menyediakan berbagai pelatihan di bidang perdagangan dan pekerjaan publik (public works). Juga disebutkan, bahwa Pusat Pelatihan Perdagangan ini akan menjadi semcam motor pendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Meknes-Tafilalet.

Peresmian dilakukan Raja Muhammad VI akhir pekan lalu (Sabtu, 9/11), sementara Kampanye Solidariats Nasional tahun ini berlangsung hingga tanggal 17 November mendatang.


Pusat Pelatihan Perdagangan ini memiliki kapasitas menampung 1.000 mahasiswa untuk mengikuti berbagai kelas pelatihan di bidang kelistrikan, konstruksi, aluminium, hingga di bidang perairan. Pusat Pelatihan Perdagangan ini juga memiliki laboratorium teknis sipil, ruang kompuer dan bengkel kerja pendukung.

Maghreb Arab Press menyebutkan bahwa Pusat Pelatihan Perdagangan ini dibangun dengan dana sekitar 19,5 juta dirham yang didapat dari Yayasan Muhammad V untuk Solidaritas, Kantor Pelatihan Kejuruan dan Promosi Pekerjaan, Dewan Kota Meknes, Kantor Inisiatif Nasional untuk Pembangunan Manusia dan Dewan Provinsi.

Juga disebutkan bahwa usai peresmian fasilitas tersebut Raja Muhammad VI menyerahkan bantuan tambahan.

Maroko sedang menggalakkan pembangunan di berbagai kawasan di negeri yang berada di ujung barat Afrika Utara itu. Posisi geografisnya yang berada persis pada persilangan Eropa, Afrika dan Timur Tengah, serta dipisahkan Samudera Atlantik dengan Amerika membuat negeri ini menjadi sangat strategis bagi perekonomian dunia. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya