Berita

hayono isman/net

Politik

Hayono Isman: Sistem Ekonomi Indonesia Harus Berdasar Gotong Royong

RABU, 13 NOVEMBER 2013 | 12:44 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Pajak sangat berkaitan dengan usaha membangun Indonesia lebih mandiri. Pajak adalah cara rakyat membayar pengelolaan negara.

Hal ini disampaikan politisi Partai Demokrat, Hayono Isman, dalam seminar Pemimpin Bangsa Bicara Tentang Pajak dan Indonesia Mandiri dengan tema "Komitmen Membangun Pajak Menuju Indonesia yang Lebih Baik" yang juga dihadiri mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Ja'far di Auditorium Wisma Syahida Inn UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hari ini (Rabu, 13/11).

Dalam kesempatan tersebut, peserta penjaringan capres (Konvensi) Partai Demokrat ini juga menegaskan bahwa pajak adalah alat utama bagi keadilan sosial, mengacu kepada sila ke-5 dari Pancasila.


"Yang kaya bayar pajak tinggi, yang miskin bayar pajak rendah. Adil kan?" ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Dan yang terpenting, Ketua Umum Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) ini menambahkan, pajak merupakan cara untuk tidak melupakan budaya dan akan terus menumbuhkan semangat gotong royong.

"Gotong royong bukan sistem kapitalis maupun komunis. Indonesia mesti memiliki sistem ekonomi berdasarkan budaya masyarakatnya sendiri, yaitu gotong royong," tegas mantan menteri era Orde Baru ini. [ald]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya