Berita

FOTO:CNN

Dunia

Filipina Umumkan Bencana Darurat Nasional

SELASA, 12 NOVEMBER 2013 | 12:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Filipina, Benigno Aquiono III mendeklarasikan bencana nasional di negaranya pada tadi malam (Senin, 11/11) pasca topan Haiyan atau yang dalam bahasa lokal dikenal dengan nama Topan Yolanda menyapu sebagian besar wilayah negara tersebut sejak Jumat ( 8/11) lalu.

"Kami mendeklarasikan bencana nasional untuk mempercepat upaya pemerintah dalam memberikan penyelamatan, menyelamatkan, memberikan bantuan, dan untuk merehabilitasi provinsi yang rusak oleh Yolanda," kata Aquino seperti dilansir dari media setempat, Sun Star.

Deklarasi keadaan bencana nasional di Filipina tersebut, kata Aquino, merupakan upaya untuk menjamin pengendalian harga pasca bencana terjadi. Juga untuk menghindari kenaikan harga dan penimbunan produk-produk vital, lanjut Aquino.
Aquino juga mengumumkan adanya sejumlah bantuan yang datang ke Filipina dari komunitas internasional, baik dari negara maupun pihak swasta.

Aquino juga mengumumkan adanya sejumlah bantuan yang datang ke Filipina dari komunitas internasional, baik dari negara maupun pihak swasta.

"Bantuan juga datang dari negara-negara (yakni) 22 negara telah berjanji memberikan bantuannya termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Singapura, dan Hungaria," sebutnya.

"Pihak swasta juga memiliki cara lain untuk membantu memulihkan memulihkan negara kita, seperti mengembalikan sistem telekomunikasi dan memasok minyak bagi daerah yang terkena bencana,"sambung Aquino.

Jumlah total korban meninggal akibat bencana topan Haiyan di Filipina hingga hari ini (Selasa, 12/11), seperti keterangan pemerintah setempat yang dikutip oleh CNN adalah sebanyak 1.774 jiwa. Jumlah tersebut masih mungkin untuk meningkat, pasalnya masih terdapat 660 ribu orang lainnya belum ditemukan. Disamping itu, terdapat juga korban luka-luka yang mencapai jumlah lebih dari 2.487 orang.[wid]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya