Berita

Juniver Girsang/net

Hukum

KPK Didesak Perjelas Status Juniver Girsang

SENIN, 11 NOVEMBER 2013 | 17:39 WIB | LAPORAN:

Forum Advokat Pengawal Konstitusi (FAKSI) kembali menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta kejelasan terkait langkah yang telah dilakukan oleh KPK mengenai kesaksian yang diberikan oleh Koordinator Satgas penyidik KPK Novel Baswedan bahwa pengacara Djoko Susilo, Juniver Girsang bertemu dengan Sekretaris Pribadi Djoko Susilo Benita Pratiwi, yang akan bersaksi dalam sidang Djoko Susilo.

"Kita mau tanya status (Juniver) ke KPK. Sebab dulu pernah disampaikan akan diterapkan pasal 21," kata Koordinator FAKSI, Petrus Salestinus saat ditemui di KPK, JL HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (11/11).

Menurutnya, FAKSI berhak untuk meminta kejelasan dan klarifikasi. Karena apabila tidak ada langkah jelas yang dilakukan oleh KPK dalam menindaklanjuti kasus ini, maka pihaknya menganggap pernyataan itu hanya gertakan atau ancaman intimidasi terhadap profesi advokat saja.


"Ini tujuannya untuk mendesak KPK harus menegaskan posisi kasus ini seperti apa. Apa yang dianggap KPK sebagai merintangi (penyidikan-persidangan) tindak pidana korupsi (Djoko Susilo)," imbuh Petrus.

Sebelumnya dalam persidangan perkara Simulator SIM dengan terdakwa Irjen pol Djoko Susilo, Novel Baswedan menyatakan pihaknya memiliki bukti CCTV di Menara Peninsula, Jakarta yang menampilkan gambar Juniver Girsang bertemu dengan Benita Pratiwi alias Tiwi.

Adapun Tiwi menarik keterangan yang pernah dibuat dalam BAP saat bersaksi dalam persidangan,Jumat (12/7) lalu. Tiwi mencabut keterangan bahwa ia pernah menerima bungkusan besar berisi uang untuk Djoko dari Ketua Primer Koperasi Anggota Kepolisian (Primkoppol) AKBP Teddy Rusmawan yang juga ketua panitia lelang proyek simulator ujian SIM.

Sementara itu, Juniver Girsang yang dikonfirmasi mengenai kabar itu menyatakan pernah melakukan pertemuan dengan Benita Pratiwi. Tapi, dia tegaskan jika di dalam pertemuan itu sama sekali tidak benar dikatakan ada penekanan terhadap saksi.

"Memang ada pertemuan. Supaya kita tahu siapa orang yang mengetahui pengiriman barang. Karena simulator itu total lost. Sehingga kita perlu tahu pengiriman barang," terangnya usai persidangan beberapa waktu lalu. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya