Berita

Dunia

Sekitar Satu Juta Warga Afghanistan Pecandu Narkoba

MINGGU, 10 NOVEMBER 2013 | 11:44 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Hampir 1 juta warga Afghanistan pecandu narkoba. Angka tersebut sama dengan jumlah warga negara Rusia dan Iran yang kecanduan barang haram tersebut.

"Antara tahun 2005 dan 2009, jumlah pengguna meningkat sebesar 53 masing persen dan 140 persen," tulis sebuah laporan dari Kementerian Afghanistan yang menangani masalah narkoba melansir, seperti dilaporkan Daily News (Minggu, 10/11).

Dalam laporan itu menyebutkan jumlah pusat rehabilitasi narkoba meningkat sebesar 58 persen antara tahun 2009 dan 2012. Tetapi kapasitas keseluruhan hanya mampu menampung 5,9 persen dari pecandu.


Afghanistan memproduksi 90 persen dari semua obat-obatan terlarang yang ada di seluruh dunia. Hal tersebut terjadi lantaran bahan baku yang digunakan dalam obat-obatan tersebut diproduksi di negara ini.

Pada bulan Mei lalu, Badan PBB yang menangani peredaran obat terlarang (UNODC) merilis sebuah laporan yang menyebut produksi obat-obatan terlarang di Afghanistan mencatat rekor tertinggi pada tahun ini. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya