Berita

presiden sby/net

Tengah Malam Tadi Presiden SBY Perintahkan Pengiriman Bantuan ke Filipina

MINGGU, 10 NOVEMBER 2013 | 10:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah mempersiapkan paket bantuan untuk korban siklon Haiyan di Filipina. Diperkirakan sedikitnya 1.200 orang tewas dalam badai yang terjadi hari Jumat lalu itu.

Adalah Presiden SBY yang tengah malam tadi (Sabtu, 9/11) memerintahkan Kepala BNPB, Syamsul Maarif, untuk mempersiapkan bantuan kemanusiaan tersebut.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB,  Sutopo Purwo Nugroho, pihaknya telah melakukan sejumlah hal untuk menindaklanjuti perintah SBY itu.


Pertama, menghubungi Duta Besar RI di Filipina. Kedua, berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan AHA Center. Ketiga, berkoordinasi dengan TNI untuk penggunaan pesawat Hercules C-130, Basarnas, Kementerian Kesehatan, dan Polri.

Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kebutuhan logistik dan atau personil untuk dikirim ke Filipina. Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC PB) akan segera dikirim ke lokasi bencana.

Selain itu, BNPB juga mempelajari pengalaman mengirimkan bantuan serupa ke gempa di Haiti tahun 2010 dan gempa di Sinchuan Cina tahun 2007 yang terbilang berhasil dan sukses.

Sutopo mengatakan, pengiriman bantuan akan dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca. 

Juga disebutkan bahwa Duta Besar RI di Filipina telah mengirimkan informasi kepada Menteri Luar Negeri RI dan Kepala BNPB bahwa saat ini kebutuhan yang paling mendesak adalah air minum, generator, obat-obatan khususnya antiobiotik, dan makanan siap saji.

"Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan Pemerintah Filipina mengenai bentuk bantuan tersebut. Pengalaman sebelumnya adalah ketika mengirimkan barang dari Indonesia ke Filipina ada kendala cuaca dan gelombang laut," demikian Sutopo.

Dia menambahkan, sebelum ini Indonesia telah tiga kali memberikan bantuan korban bencana ke Filipina. Pertama bantuan dana sebesar 400 ribu dolar AS untuk korban banjir dan longsor pada Oktober 2011. Lalu dana sebesar 500 ribu dolar AS saat terlanda Siklon Washi pada Desember 2011. Terkahir uang sebsar 1 juta dolar AS dan 2.000 ton beras, serta obat-obat, tenda dan selimut pada saat terjadi Siklon Bopha atau Pablo pada Januari 2013. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya