Berita

Dahlan Iskan

Bisnis

Dahlan Ancam Direksi BUMN Yang Ikut Danai Pemilu 2014

Bantah Pendukungnya Terima Dana CSR Dari Perusahaan Negara
JUMAT, 08 NOVEMBER 2013 | 09:40 WIB

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengancam akan mencopot direksi BUMN yang ikut mendanai Pemilu 2014. Semua perusahaan negara dilarang keras menjadi ladang uang bagi politikus.

“Kalau ada BUMN yang digerogoti untuk pemilu langsung saya ganti (direksi),” tegas Dahlan di Cafe Batavia, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, memasuki tahun politik akan banyak isu yang beredar mengenai pendanaan dari BUMN. Dahlan pun memastikan semua BUMN bersih dari kepentingan partai politik (parpol).


Dahlan bercerita, belum juga memasuki tahun politik, sudah ada saja isu yang beredar kalau dana CSR (Corporate Social Responsibility) PLN di Surabaya dialirkan kepada pendukungnya. Isu yang beredar di twitter itu mengatakan, dana CSR tersebut mencapai Rp 2 miliar.

Bekas Dirut PLN ini juga membantah isu yang mengatakan dana CSR PLN di Jawa Timur sebanyak Rp 2 miliar dialirkan ke Dahlanis (pendukug Dahlan). “CSR-nya saja cuma Rp 1 miliar, Rp 1 miliar lagi dari mana,” ucapnya.

Direktur Pengembangan Centre Information Development Studies (Cides) Hilmi Rahman Ibrahim mengatakan, menjelang Pemilu 2014 memang banyak ditemukan indikasi penyimpangan keuangan negara yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk membiayai parpol.

Menurut Hilmi, biaya tersebut untuk memenangkan maupun mempertahankan kekuasaan. Termasuk, pembiayaan pemilu oleh Kementerian BUMN.

“Fenomena pembiayaan pemilu untuk parpol ini dapat ditelisik di Gedung DPR maupun di kementerian-kementerian, khususnya Kementerian BUMN,” tudingnya.

Oleh karena itu, Hilmi meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) penggiat anti korupsi, lebih jeli mengawasi penyaluran keuangan negara dari pemerintah kepada pihak-pihak tertentu beserta pemanfaatannya.

“Saya berharap, KPK, BPK dan masyarakat penggiat anti korupsi mencermati apa yang terjadi di DPR dan apa yang terjadi di kementerian-kementerian. Jika tidak, negara ini akan makin rusak,” cetusn Hilmi.

“Kekayaan alam akan makin habis dijual untuk kepentingan kelompok tertentu, sedangkan utang negara makin menumpuk. Sementara pembangunan nyaris jalan di tempat. Kasihan anak cucu kita kelak,” imbuhnya.

Menurut Hilmi, pengurus parpol di pemerintahan akan dengan mudah berlindung di balik kekuasaan mengakali peraturan yang ada, memanfaatkan dana negara yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk digunakan sebagiannya menutupi kebutuhan dana Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres).   

Praktisi komunikasi yang juga peneliti Public Trust Institute Eman Sulaeman Nasim mengatakan, setiap menjelang pemilu, parpol peserta berusaha meningkatkan citra setinggi tingginya sekaligus menarik simpati masyarakat.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok menegaskan, partainya tidak terkait dengan dana di BUMN. “Nggak ada minta-minta dana dari BUMN,” tegasnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Mubarok juga mengaku Partai Demokrat tak mewajibkan menteri-menterinya menyetor dana untuk kegiatan partai. Untuk partai, biasanya ada dana dari para kader yang memang berprofesi sebagai pengusaha. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya