Berita

ilustrasi/net

Filipina Siaga Hadapi Topan Haiyan

JUMAT, 08 NOVEMBER 2013 | 09:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Filipina bersiaga menghadapi topan Haiyan yang diperkirakan merupakan badai terbesar yang terjadi pada tahun ini.

Pada Jumat Pagi (8/11), topan yang dalam bahasa lokal lebih dikenal dengan nama Topan Yolanda telah menimpa sejumlah daerah di Filipina dengan kekuatan angin mencapai 235 km/jam (146 mph), dan masih akan bergerak menuju wilayah sekitar Filipina lainnya.

Seperti dilansir BBC, topan pertama kali menimpa kota Guiuan, di bagian timur provinsi Samar sekita pukul 04.40 waktu setempat. Otoritas setempat belum dapat segera melansir jumlah kerusakan ataupun korban jiwa.


Sementara itu, media lokal Filipina, Sunstar, mengabarkan bahwa beberapa jam setelah menimpa Guiuan, Topan kedua menimpa Tolosa, Leyte sekitar pukul 7.00 waktu setempat.

Topan bergerak ke arah barat dengan kecepatan 39 kilometer perjam (kph) dengan maksimum kekuatan angin mencapai 235 kph.

Gubernur Provinsi Leyte Selatan, Roger Mercado melalui tweetnya Jumat pagi mengatakan bahwa sejumlah pohon berjatuhan dan menutup akses jalan menghambat pemberian bantuan.

Sekalipun begitu, badai tidak diperkirakan secara langsung menyerang manila, karena letaknya jauh ke Utara.  Badan meteorologi memperkirakan bahwa badai tersebut bergerak ke laut Cina Selatan menuju pulau Palawan pada hari Sabtu besok.

Sementara angkatan militer Filipina tengah mempersiapkan makanan dan sejumlah barang untuk disalurkan ke korban bencana atau pengungsi. Selain itu sejumlah helikopter juga telah disiagakan demi mempermudah pemberian bantuan.

Kapal ferry dan perahu nelayan telah dihimbau untuk telah menepi di dermaga dan tidak melakukan pelayaran.  

Ribuan orang di sejumlah daerah di Filipina juga telah dievakuasi. Sekolah dan perkantoran juga ditutup demi berisiaga jika topan datang dan demi mencegah jatuhnya korban dan kerusakan.

"Kami bisa merasakan kekuatan angin, sekolah kami sekarang penuh dengan pengungsi," kata seorang guru di provinsi Leyte seperti dikutip dari BBC.

Para pekerja di Makati, bagian selatan Manila juga menurunkan bilboard besar di pinggirnan jalan demi menghindari kerusakan dan jatuhnya korban jiwa jika topan tiba-tiba datang. [ysa]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya