Berita

yasser arafat/net

Dunia

Semakin Yakin Yasser Arafat Wafat karena Diracun

KAMIS, 07 NOVEMBER 2013 | 11:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Misteri penyebab kematian pemimpin besar Palestina, Yasser Arafat, semakin dekat pada titik terang. Ilmuwan Swiss yang meneliti sampel tubuh Yasser Arafat menemukan zat radioaktif polonium-210 dengan kadar sekurang-kurangnya 18 kali lebih tinggi dari kadar normal.

Demikian laporan kantor berita Al Jazeera pada Rabu malam (6/11), berdasarkan laporan setebal 108 halaman yang dirilis oleh University Centre of Legal Medicine di Lausanne, Swiss.

Para ilmuwan tersebut menemukan polonium dengan tingkat tinggi di bagian tulang rusuk dan tulang panggul, serta di tanah di mana organ-organ tubuh Arafat mengurai. Ilmuan Swiss bersama dengan tim dari Prancis dan Rusia memperoleh sampel dari tubuh Arafat, serta sampel tanah di mana jasadnya dimakamkan.


Seorang ahli forensik ternama Inggris yang juga mantan detektif, Dave Barclay, mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut membuatnya yakin bahwa kematian Arafat adalah karena dibunuh.

"Yasser Arafat meninggal karena keracunan polonium. Tingkat polonium di tulang rusuk Yasser Arafat adalah sekitar 18 atau 36 kali lebih tinggi dari rata-rata," terangnya.

Penelitian itu tidak menjawab pertanyaan lainnya seperti "apakah Arafat sengaja diracun?" atau "siapa yang meracuninya?". Untuk memecahkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, Barclay yakin akan memakan waktu yang sangat lama. Masalah utama dari penyelidikan adalah rentang waktu yang amat jauh dari kejadian dugaan pembunuhan itu pada tahun 2004.

Yasser Arafat meninggal pada akhir intifada kedua yang terjadi di Palestina, tepatnya pada 11 November 2004 setelah sebelumnya jatuh sakit. Pada 12 Oktober 2004, Arafat tiba-tiba jatuh sakit setelah makan malam. Berdasarkan gejalanya yakni mual, muntah, dan sakit perut, Arafat didiagnosa terkena flu oleh dokter pribadinya.

Namun kondisinya semakin memburuk dengan cepat. Dokter ahli dari Mesir dan Tunisia pun didatangkan untuk menangani penyakit Arafat, namun mereka tak dapat menemukan sumber penyakitnya.

Hingga kemudian pada 29 Oktober, dengan duduk di kursi roda, Arafat terbang ke Yordania dengan helikopter dan dilarikan ke rumah sakit militer Percy, Perancis untuk perawatan darurat. Namun dokter tetap tak mampu mendiagnosa ataupun memulihkan kondisi Arafat yang semakin memburuk. Tak lama Arafat jatuh koma hingga akhirnya tutup usia pada 11 November 2004 di usia ke 75 tahun. [ald]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya