Berita

FOTO:AL JAZEERA

Dunia

Israel Ajukan Tembok di Tepi Barat Sebagai Batas Negara?

RABU, 06 NOVEMBER 2013 | 12:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dinding pemisah sepanjang 680 kilometer di Tepi Barat akan menjadi batas wilayah Palestina-Israel di masa depan.

Begitu laporan yang muncul beberapa jam sebelum Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry datang ke Israel untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi terkait perundingan damai yang tengah berlangsung antara Israel dan Palestina pada hari Selasa (5/11). Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Israel telah membuat pengajuan batas wilayah tersebut.

Sejak pembicaraan damai kembali digelar pada bulan Juli lalu, Palestina berulang kali menekankan tuntutan atas kejelasan batas wilayah dengan Israel. Palestina bersikukuh bahwa batas wilayahnya adalah yang membentang sebelum terjadinya Perang Enam Hari pada tahun 1967, ketika Israel belum menduduki wilayah Gaza, Tepi Barat, dan Jerussalem Timur.


Akan tetapi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seperti disebut dalam laporan tersebut menolak tuntutan Palestina tersebut dengan dalih bahwa telah banyak perubahan demografik yang terjadi selama 46 tahun, terutama karena telah banyak pembangunan pemukiman Yahudi.

"Posisi pembukaan Israel adalah mengenai batas yang mengikuti dinding pemisah, dan bukan garis batas 1967 sebagaimana tuntutan Palestina," kata laporan dari surat kabar Yediot Aharonot yang dikutip oleh Al Jazeera.

Dinding pembatas pertama kali dibangun oleh Israel pada tahun 2002 ketika terjadi peningkatan perlawanan atau intifada dari masyarakat Palestina. Sekalipun pembangunannya dipermasalahkan karena mengambil wilayah Palestina, namun Israel tetap membangunya dengan dalih melindungi wilayahnya dari berbagai serangan Palestina.

Sementara bagi Palestina, dinding tersebut dianggap sebagai 'apartheid wall' atau dinding pemisah dan juga perebutan wilayah. Belum ada konfirmasi lebih lanjut yang resmi dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas hal tersebut.

Namun, mantan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon yang mengawasi pembangunan awal dinding tersebut menegaskan bahwa dinding tidak dibangun untuk membagi wilayah Palestina, melainkan hanya dinding pelindung dari serangan.[wid] 

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya