Berita

ilustrasi

Bisnis

Perikanan Nusantara Targetkan Penjualan 8.000 Ton Ikan

Kecewa Dengan Birokrasi Di PMN
SENIN, 04 NOVEMBER 2013 | 09:29 WIB

PT Perikanan Nusantara (Persero) menargetkan laba Rp 100 miliar pada tahun depan. Target tersebut ditetapkan mengacu pada laba perusahaan yang tahun ini telah mencapai Rp 50 miliar.

Direktur Utama PT Perikanan Nusantara Abdussalam Konstituanto mengatakan, tahun depan pihaknya menargetkan menjual 8.000 ton ikan. Dengan penjualan tersebut pendapatan perusahaan bisa menembus Rp 1,4 triliun.

“Tahun ini masih diperbaiki proyeksi pendapatan kita berkisar Rp 100 miliar dan laba mungkin Rp 30-50 miliar. Tahun depan mudah-mudahan laba di atas Rp 100 miliar,” kata Abdussalam.


Untuk mengejar target ini, pihaknya siap melakukan berbagai cara. Salah satunya menata ulang aset yang dimiliki. Evaluasi aset perusahaan saat ini sedang dilakukan dan akan dilanjutkan dengan switching aset.

Menurutnya, aset yang tidak produktif akan dijual dan diganti dengan aset produktif.
“Banyak aset kita perbaiki. Dulu aset kita banyak di Mandiri sebagai jaminan.

 Sekarang sudah lepas, evaluasi aset mungkin mencapai Rp 500 miliar,” jelasnya.

Evaluasi aset diakuinya tidak mudah. Sudah banyak aset perusahaan pelat merah ini yang diklaim sebagai milik pemerintah daerah setempat. Sebut saja tambak udang seluas 100 hektar yang dicaplok Pemda Gorontalo.

“Kita akan optimalisasi aset, jangan sampai diserobot orang. Usaha tambak udang itu sudah lama terhenti. Di Gorontalo, sejak 2009 sudah dibangun. Sekarang kita lagi tuntut,” ujarnya.

Selain itu, Abdussalam prihatin dengan kebijakan pemerintah yang memasukkan ikan impor dengan alasan lebih murah. Impor ikan juga berdampak pada perusahaan sehingga harus mengeluarkan strategi baru dalam menjual ikan.

“Saya tidak butuh modal negara, saya gerah dengan PMN (penyertaan modal negara), sulitnya bukan main mendapatkan itu. Kita optimalisasi aset dan switching asset to asset,” tuturnya.

Abdussalam menyebut, total ekspor Indonesia sangat tidak sebanding dengan total impor. Hal ini termasuk didalamnya impor ikan. “Impor kita 25,8 persen sementara ekspor 5,6 persen. Kita banyak impor, sedih kita,” ucapnya.

Menurut dia, Indonesia sebagai negara kelautan memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Nilai ikan Indonesia mencapai 7 kali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintah jika bisa dikelola. Sayangnya, pemerintah ternyata masih melakukan impor ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya