Berita

foto: net

Dunia

Versi Pemerintah: Oktober 2013 Bulan Paling Mematikan di Irak Sejak April 2008

JUMAT, 01 NOVEMBER 2013 | 17:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Irak menyatakan, bulan Oktober 2013 adalah bulan paling mematikan di Irak sejak April 2008.  Hampir 1.000 orang meninggal akibat kekerasan yang terjadi di Irak sepanjang bulan Oktober.

Dikutip dari Al Jazeera (Jumat, 1/11), jumlah tersebut terdiri dari 855 warga sipil, 65 polisi, dan 44 tentara yang terbunuh akibat berbagai aksi kekerasan yang terjadi di Irak sepanjang bulan Oktober.

Selain korban tewas, data juga menunjukkan jumlah korban luka yang berjumlah 1.600 orang terdiri dari 1.445 warga sipil, 88 polisi, dan 67 tentara.


Total korban tewas akibat kekerasan bulan Oktober 2013 tersebut secara keseluruhan adalah yang tertinggi sejak April 2008, ketika pemerintah menunjukkan data sebanyak 1.078 orang meninggal.

Data tersebut dirilis bertepatan dengan jadwal pertemuan Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki, dengan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, di Washington hari ini. Data tersebut diprediksi akan digunakan untuk mengajukan banding dan permohonan bantuan baru Irak kepada Amerika Serikat.

Kekerasan di Irak meningkat setiap bulannya sejak kedatangan pasukan AS di Irak pada tahun 2011. Pemerintah mengatakan bahwa hampir 6.000 warga Irak terbunuh sepanjang tahun ini.

Sementara, data yang menyimpulkan hal berbeda dilansir oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) pada Agustus lalu. PBB mengatakan, korban kekerasan selama bulan Juli 2013 di Irak adalah yang paling tinggi selama lima tahun terakhir.

Menurut UNAMI (United Nations Mission in Iraq), korban tewas akibat kekerasan sektarian sepanjang Juli mencapai 1.057 orang. Sedangkan 2.326 orang lainnya luka-luka. [ald]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya