Berita

foto: net

Dunia

Mulai Hari Ini Suriah Tidak Punya Lagi Senjata Kimia

JUMAT, 01 NOVEMBER 2013 | 12:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah tempat produksi serta fasilitas senjata kimia di Suriah telah diperiksa dan diamankan oleh tim pemantau internasional.

Seperti diberitakan Al Jazeera, dokumen prganisasi pelarangan senjata kimia atau The Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) menyebutkan bahwa OPCW telah memeriksa 21 dari 23 tempat pembuatan senjata kimia di Suriah. Sementara dua lainnya terlalu berbahaya untuk diperiksa, namun peralatan-peralatan kimianya telah dipindahkan ke tempat lain yang telah ditinjau oleh para ahli.

Al Jaeera
melaporkan bahwa sejak hari ini (Jumat, 1/11), Suriah tidak lagi memiliki kapasitas dan kemampuan untuk membuat senjata kimia. Hal tersebut turut mengakhiri fase pertama dan kedua pelucutan senjata kimia di Suriah, dengan total 1.000 ton senjata kimia yang telah diamankan. Sementara, fase ketiga merupakan fase pemusnahan senjata kimia yang berhasil ditemukan. Fase ini akan berlangsung hingga Juni 2014 dengan melibatkan PBB.


Tetapi, PBB atau OPCW tidak memiliki wewenang untuk menghancurkan senjata di Suriah. Karena itu, PBB akan meminta negara-negara anggotanya untuk menyediakan teknisi, operator dan para ahli untuk membantu penghancuran senjata kimia di Suriah.

Suriah setuju memusnahkan senjata dan produksi senjata kimianya setelah Rusia membawa Amerika Serikat (AS) ke meja perundingan untuk membuat kesepakatan. Dalam kesepakatan tersebut, Suriah diminta melucuti semua produksi dan fasilitas senjata kimianya hingga tenggat waktu yang disepakati, yakni hari ini. Sedangkan masa pemusnahan senjata kimia akan dilakukan dengan batas waktu pertengahan tahun 2014 mendatang. [ald]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya