Berita

NARENDRA MODI/BBC

Dunia

Enam Tersangka Serangan Bom di India Ditangkap

SENIN, 28 OKTOBER 2013 | 14:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Polisi India menangkap seorang tersangka utama dalam serangan bom yang terjadi di tengah kerumunan pendukung kandidat perdana menteri dari partai oposisi, Bharatiya Janata Party (BJP) Narendra Modi di sebuah taman di Patna, kemarin (Minggu, 27/10).

"Kami telah menangkap tersangka utama dan menahan tiga orang," kata pejabat polisi senior di Patna, Manu Maharaj pada Senin pagi (28/10) seperti dikabarkan BBC.

Sementara itu, dua terduga lainnya ditangkap di kota Jharkhand. Polisi saat ini tengah melakukan interogasi terhadap orang-orang tersebut.


Pada saat ledakan terjadi, puluhan ribu orang tengah berada di pusat kota untuk mendengar pidato Mondi. Enam orang tewas dan 102 lainnya luka-luka.

Sebanyak tujuh ledakan terjadi pada hari Minggu. Ledakan pertama terjadi di stasiun kereta api Patna. Sementara enam ledakan lainnya terjadi di sekitar kerumunan orang yang mendengarkan pidato Mondi tersebut. Ledakan berasal dari bom buatan yang berasal dari minyak mentah dan memiliki daya ledak rendah.

Bom pertama meledak di stasiun kereta api Patna. Enam orang lain diikuti, semuanya dekat dengan taman umum dipenuhi puluhan ribu pendukung BJP. Modi telah mengutarakan belasungkawanya atas para korban ledakan tersebut.

Narendra Modi adalah salah satu tokoh oposisi dalam perpolitikan India yang maju sebagai kandidat Perdana Menteri pada pemilihan nasional 2014 mendatang.

Ia dikritik karena pada tahun 2002 tidak bertindak banyak dalam kerusuhan agama di negara bagian tempat ia berasal, Gujarat, dimana lebih dari 1.000 orang meninggal. Tapi di sisi lain, ia juga banyak dikagumi karena membuat Gujarat maju dalam segi perekonomian.[wid]


Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya