Berita

Dunia

Sebulan, NSA Pantau 60 Juta Panggilan Warga Spanyol

SENIN, 28 OKTOBER 2013 | 13:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Badan Intelejen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA) disebut telah memantau lebih dari 60 juta panggilan telepon di Spanyol.

Demikian dilaporkan dalam surat kabar setempat El Pais dan El Mundo pada Senin (28/10). Laporan tersebut berdasarkan dokumen yang berasal dari Mantan Analis NSA, Edward Snowden.

Seperti yang dikabarkan BBC, laporan tersebut menyatakan bahwa NSA diduga melacak jutaan panggilan telepon, teks, dan email dari warga Spanyol antara 10 Desember 2010 hingga 8 Januari 2013. Namun NSA diduga hanya mengumpulkan nomor dan lokasi dari para penelepon dan penerima telepon, namun tidak memantau konten pembicaraannya.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Duta Besar AS untuk Spanyol yang berada di Madrid telah dipanggil untuk bertemu dengan pejabat kementerian luar negeri Spanyol pada Senin untuk membahas hal tersebut.

Praktik spionase NSA terhadap negara-negara lain belakangan mulai terungkap. Surat Kabar Inggris pada Jumat (25/10) lalu mengabarkan bahwa NSA telah melakukan spionase terhadap komunikasi telepon 35 pemimpin negara di dunia, termasuk Kanselir Jerman, Angela Markel yang diduga telah dimata-matai sejak lebih dari satu dekade lalu.

Sebelumnya juga, surat kabar Prancis Le Monde melaporkan adanya penyadapan lebih dari 70 juta panggilan telepon warga Prancis yang dilakukan selama satu bulan oleh NSA.[wid]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya