Berita

angela merkel/net

Dunia

Angela Merkel Curiga Komunikasi Teleponnya Disadap AS

KAMIS, 24 OKTOBER 2013 | 11:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Jerman mencurigai bahwa Amerika Serikat (AS) telah melakukan spionase terhadap percakapan telepon Kanselir Jerman, Angela Merkel.

Pemerintah Jerman lewat jurubicaranya meminta Presiden AS, Barack Obama, untuk mengklarifikasi langsung. Jika terbukti AS telah melakukan praktik spionase terhadap Kanselir Merkel, Jerman menilai hal tersebut merupakan pelanggaran berat atas kepercayaan sekutu dekat.

"Jika terbukti benar, hal tersebut tidak bisa diterima dan Jerman mengutuk tegas," tulis kantor berita Reuters, mengutip jurubicara pemerintah Jerman.


Sayangnya, pemerintah Jerman menolak menguraikan apa saja indikasi adanya aksi spionase AS. Menanggapi hal tersebut, jurubicara Gedung Putih, Jay Carney, mengatakan, Obama telah meyakinkan Merkel bahwa AS tidak "memantau" komunikasi Kanselir.

Gedung Putih juga mengatakan bahwa Merkel dan Obama telah sepakat mengintensifkan kerjasama antara badan intelijen AS dan Jerman untuk melindungi keamanan kedua negara.

Isu spionase yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap negara-negara sekutu di Eropa mencuat dari dokumen dan laporan yang dikeluarkan oleh mantan pegawai National Security Agency (NSA), Edward Snowden.

Minggu lalu, majalah berita Jerman, Der Spiegel mempublikasikan data spionase NSA ke pemerintah Meksiko. Selain itu, awal minggu ini, surat kabar Prancis Le Monde juga melaporkan adanya praktik spionase yang dilakukan NSA dengan menyadap lebih dari 70 juta panggilan telepon Prancis dalam jangka waktu satu bulan antara Desember 2013 hingga Januari 2013. Menanggapi hal tersebut, Presiden Prancis Francois Hollande juga meminta klarifikasi dari pemerintah AS.

Selain itu, bulan lalu, Presiden Brasil Dilma Rousseff juga membatalkan rencana untuk kunjungan kenegaraan Oktober ke Washington karena mencurigai bahwa AS telah memantau komunikasi teleponnya. [ald]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya