Berita

LI KEQIANG/AFP

Dunia

China dan India Sepakat Tak Lagi Ribut Soal Perbatasan

RABU, 23 OKTOBER 2013 | 18:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

India dan China telah menandatangani kesepakatan terkait kerja sama keamanan dan pertahanan di perbatasan yang sempat mengalami jalan buntu.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Perdana Menteri India Manmohan Singh dengan Perdana Menteri Cina, Li Keqiang dalam kunjungannya ke Beijing pada Rabu (23/10) seperti yang dikabarkan BBC.

Kesepakatan itu bertujuan untuk meningkatkan komunikasi antara kedua pasukan di perbatasan Cina-India.


Perdana Menteri Cina, Li Keqiang mengatakan bahwa pihaknya akan membantu menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah perbatasan.

"Perdana Menteri Singh dan saya setuju bahwa ada kepentingan yang jauh lebih penting daripada perbedaan (perbatasan) antara China dan India," kata Li dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri India.

Permasalahan perbatasan antara kedua negara memiliki sejarah yang panjang. Kedua negara pernah setuju atas demarkasi di beberapa daerah perbatasan Himalaya dan kemudian terlibat perang singkat pada tahun 1962. Sejak saat ini, ketegangan masih terjadi di daerah perbatasan.

Namun dengan perjanjian tersebut, kedua negara sepakat untuk tidak lagi memicu konflik ataupun ketegangan terkait perbatasan.

"China dan India adalah dua peradaban tua. Kedua masyarakat dan pemerintahan memiliki kebijaksanaan untuk mengelola sengketa sepanjang perbatasan sehingga tidak akan mempengaruhi kepentingan keseluruhan hubungan bilateral kami," tambah Li.

Senada dengan Li, Perdana Menteri Singh pun memutuskan mengedepankan negosiasi dalam penyelesaian masalah perbatasan dengan China.

"Perdana Menteri Li dan saya telah sepakat bahwa perdamaian dan ketenangan di perbatasan kita harus tetap dasar untuk pertumbuhan hubungan India-China, bahkan kita bergerak menuju negosiasi yang adil dan penyelesaian yang dapat diterima oleh India dan China," kata Singh.[wid]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya