Berita

FOTO:NET

Dunia

Capres Afghanistan Diimbau Waspadai Pemberian Hadiah

SELASA, 22 OKTOBER 2013 | 10:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Badan intelejen Afghanistan mengingatkan para calon presiden yang akan bertarung di pemilu Afghanistan 2014 mendatang agar berhati-hati dengan segala macam bentuk pemberian terutama berupa telepon genggam, komputer dan kamera, karena bisa saja berisi bom tersembunyi.

Seperti dikabarkan Al Jazeera hari ini (Selasa, 22/10), lebih dari 20 kandidat telah terdaftar sebagai capres yang akan menggantikan Presiden Hamid Karzai saat ini. Para aparat keamanan Afghanistan pun bersiaga dan mengantisipasi segala celah yang dapat digunakan oleh kelompok pejuang untuk mengganggu proses pemilu yang didukung Amerika Serikat tersebut.

"Informasi intelijen menunjukkan bahwa musuh-musuh Afghanistan berencana untuk menggunakan metode teroris baru untuk mengganggu pemilihan," kata seorang pejabat Direktorat Keamanan Nasional Keamanan.


Oleh karena itu, ia mengingatkan agar para kandidat meningkatkan kewaspadaanya.

"Hindari menerima hadiah seperti ponsel, komputer, kamera dan paket lain sebelum diperiksa oleh petugas keamanan," ia menyarankan.

Sebelumnya, berbagai metode terorisme baru banyak terjadi di Afghanistan. Seperti yang terjadi pekan lalu ketika sebuah bom yang disembunyikan di sebuah mikrofon meledak dan menewaskan Gubernur Provinsi Logar ketika tengah berpidato di sebuah masjid setelah sholat Ied. Taliban mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas hal tersebut.

Kejadian lainnya terjadi tahun lalu ketika Kepala Direktorat Asadullah Khalid terluka parah setelah seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan bahan peledak yang disembunyikan di celana dalamnya.[wid]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya