Berita

jokowi/net

Sebut Jokowi Capres Wacana, LSI Masih Gunakan Paradigma Jadul

SENIN, 21 OKTOBER 2013 | 15:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tentang calon presiden dan partai politik yang berpeluang di 2014, tentu saja tetap menarik. Seperti hasil beberapa survei sebelumnya, Golkar, PDIP dan Demokrat tetap bercokol di tiga parpol teratas peraih suara terbanyak jika pemilu digelar hari ini. 

Hanya saja survei LSI kali ini tidak menempatkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres versi pilihan responden, dengan alasan Jokowi dan Prabowo belum resmi dideklarasikan oleh partai pengusungnya masing-masing.  Sementara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri dan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dipilih responden dengan suara terbanyak.

Pengajar komunikasi politik di Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, menganggap hasil survei kali ini jelas tidak menggambarkan kondisi kontestansi pilpres mendatang yang jelas pasti berbeda dengan sekarang.


"Ibaratnya  di Liga Primer Inggris, survei ini baru menggambarkan keadaan seperempat kompetisi. Jadi tidak utuh menggambarkan kondisi real kompetisi persaingan capres yang benar-benar berlaga di 2014. Jelas saja, capres 2 IL atau Itu Lagi Itu Lagi yang meraih persentase terbesar," ujar Ari Junaedi kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 21/10).

Menurut pengajar Program Pascasarjana di UI serta  sejumlah PTN dan PTS di beberapa kota di tanah air ini, jika nama Jokowi, Prabowo atau misalkan Dahlan Iskan diperkirakan menang di Konvensi Partai Demokrat maka situasi peraihan suara survei pasti akan berubah total.

"Ingat nama Jokowi adalah people darling yang begitu diharapkan membawa perubahan serta media darling yang begitu seksi bagi liputan media. Saya tidak yakin nama Aburizal bisa masuk di lima besar jika nama Jokowi, Prabowo atau Dahlan Iskan ikut disurvei," sergah Ari Junaedi.

Dalam amatan doktor komunikasi politik berkat penelitian disertasinya tentang pelarian politik tragedi 1965 di mancanegara ini, sangat janggal jika paradigma "jadul" tetap dipertahankan dalam strategi politik modern dewasa ini. Yaitu "keharusan" menempatkan ketua umum parpol sebagai calon presiden.

"Jika di 2014 fatsoen ketua umum parpol harus menjadi capres maka peluang munculnya capres pilihan masyarakat menjadi tertutup," demikian Ari Junaedi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya