Berita

Jimly Asshiddiqie/net

Politik

Jimly: Hukum Tidak Tegak, Demokrasi Dibajak, Reformasi Harus Dievaluasi

JUMAT, 18 OKTOBER 2013 | 20:37 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

Penegakan hukum menjadi aspek penting dalam menjalankan sistem demokrasi di Indonesia. Apalagi, masih banyak masalah ketidakadilan dalam dunia hukum nasional.

Menurut Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Jimly Asshiddiqie, jika hukum tidak tegak akan menyebabkan pembajakan kebebasan demokrasi politik dan ekonomi.

"Dalam politik bisa jadi dinasti dan oligarki karena hukum tidak jalan. Sedangkan dalam ekonomi yaitu adanya peningkatan kesenjangan sosial antara si kaya dan miskin," jelas Jimly dalam diskusi "Demokrasi Prosedural Versus Demokrasi Substansial" di sekretariat Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK), Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (18/10).


Lebih lanjut, Jimly berpendapat situasi politik sejauh ini menandakan Indonesia telah melenceng dari amanat reformasi.

"Cita-cita reformasi yang anti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) hanya berusaha menghilangkan korupsi yang semakin parah tapi kolusi dan nepotisme dibiarkan. Kalau begitu harus ada evaluasi reformasi, karean amanat reformasi tidak berjalan," pungkas Jimly. [ald]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya