Berita

ilustrasi/net

Setelah AS, Giliran Rezim SBY-Bunda Putri-Sengman Shutdown

JUMAT, 18 OKTOBER 2013 | 14:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Government shutdown di Amerika Serikat (AS) sudah berakhir. Kini, pemerintahan AS sudah pulih setelah sekitar 16 hari lumpuh.

Dengan kondisi ini, diprediksi, dolar AS akan kembali menguat. Terutama lagi, setelah Kongres AS sepakat dengan peningkatan utang pemerintahan Obama hingga 16,4 triliun dolar AS.

Keputusan ini, kata pengamat ekonomi dari Indonesia for Global Justice, Salamuddin Daeng, akan memicu ekspektasi positif para pelaku pasar untuk kembali membeli surat utang pemerintahan AS yang merupakan surat utang paling menarik di pasar global. Negara-negara seperti China, Jepang, Korea, yang sangat bergantung pada pasar AS,  akan membeli surat utang AS.


Dengan demikian, lanjutnya, permintaan akan mata uang dolar kian meningkat di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Dolar akan menguat kembali, rupiah akan ditinggalkan.

"Rupiah akan kembali melorot setelah sempat menguat dalam beberapa minggu terakhir," kata Salamuddin dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 18/10).

Apalagi, Salamuddin mengingatkan, pada saat yang sama, kebutuhan pembayaran luar negeri Indonesia, baik membiayai impor, membiayai cicilan utang pokok dan bunga utang yang meningkat, akan semakin menggerus devisa dan menekan nilai tukar rupiah. Ambruknya rupiah akan semakin membengkakkan biaya impor BBM, melipatgandakan utang luar negeri swasta dan pemerintah.

"Dan ujungnya, akan menghancurkan APBN Indonesia. Setelah AS shutdown kini giliran rezim SBY-Bunda Putri-Sengman shutdown," demikian Salamuddin. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya