Berita

GEORGE OSBORNE/NET

Dunia

Bangun Reaktor Nuklir, Inggris Gandeng China

KAMIS, 17 OKTOBER 2013 | 15:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Inggris akan mengijinkan perusahaan China untuk mengambil saham dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir Inggris.

Begitu diumumkan Kanselir Inggris, George Osborne saat hari terakhir kunjunganya di China terkait masalah perdagangan, Kamis (17/10).

"Hari ini adalah demonstrasi lain dari langkah besar berikutnya dalam hubungan antara Inggris dan China, tenaga nuklir sipil tertua di dunia dan tenaga nuklir sipil dengan pertumbuhan tercepat di dunia," kata Osborne seperti dilansir dari BBC.


Kesepakatan dengan China pertama akan digelar pada awal minggu depan dengan penandatanganan nota kesepahaman mengenai pembangunan pabrik baru yang diperkirakan menelan biaya sebesar 14 miliar Poundsterling untuk proyek Hinkley C di Inggris.

Proyek Hinkley C di Somerset akan menjadi stasiun tenaga nuklir baru yang pertama dibangun di Inggris sejak tahun 1995. Pembangunannya akan dipimpin oleh perusahaan raksasa yang dikendalikan oleh Prancis, yakni EDF. EDF telah melakukan negosiasi dengan tiga perusahaan raksasa nuklir China untuk mendukung proyek Hinkley C, juga proyek pembangkit tenaga nuklir lainnya seperti CGN, CNNC dan SNPTC. Selain itu, nota kesepahaman juga memuat peran perusahaan Inggris dalam pembangunan program nuklir China.

China saat ini memiliki 17 reaktor nuklir yang beroperasi dan menyediakan sekitar 1 persen dari kapasitas produksi listrik dalam negeri. Melalui nota kesepahaman tersebut, kemungkinan 30% kepemilikan saham Hinkley C akan dimiliki oleh China. Angka tersebut berpotensi meningkat di masa depan.

Sebelumnya pemerintah Inggris telah menghimbau warganya bahwa selama beberapa tahun ke depan negaranya akan mengalami resiko kekurangan listrik.
The Royal Academy of Engineering mengatakan, hal tersebut terjadi karena adanya penutupan pembangkit listrik tua dan lambatnya kemajuan dalam membangun pembangkit listrik baru.[wid]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya