Berita

Mahasiswa dan Warga Meruya Tuntut Aparat Bongkar Mafia Tanah di Copylas

KAMIS, 17 OKTOBER 2013 | 15:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta (Kamis, 17/10).

Dalam aksi untuk kedua kalinya ini massa menuntut agar aparat penegak hukum menangkap dan mengadili premanis di PT Copylas Indonesia.

"Kembalikan hak-hak warga Meruya atas kepemilikan tanah dan bangunan," tegas presedium Kamerad, Haris Pertama dalam orasinya.


Menurutnya, kasus sengketa tanah antara warga Meruya, Jakarta Barat dengan PT Copylas Indonesia sampai sekarang penuh dengan tanya tanya. Padahal jika merujuk pada dokumen tanah berupa girik yang dimiliki perusahaan tersebut berstatus sengketa, mestinya ribuan warga itu tak bisa memiliki sertifikat hak milik yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Akan tetapi justru warga Meruya kehilangan hak kepemilikan tanah dan bangunan, seharusnya mereka mendapatkan pertimbangan hukum sesuai pasal 208 (1) pasal 207 HIR dan warga bisa menggugat kembali PT Copylas Indonesia," ujar Haris.

Berdasarkan hal itulah, aktivis mahasiswa bersama warga Meruya melakukan aksi di depan kantor pusat BEI untuk menuntut hak dan keadilan. Namun sayangnya, ketika aksi berlangsung dengan tertib serta dilindungi undang-undang mereka mendapatkan perlawanan dari para oknum preman yang diduga diperintah oleh PT Copylas Indonesia. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya