Berita

presiden sby/net

Demo di Depan Kantor TNP2K, SPRI Sebut SBY Gagal Atasi Kemiskinan!

KAMIS, 17 OKTOBER 2013 | 14:01 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

. Menyambut Hari Anti Pemiskinan Sedunia yang jatuh pada hari ini, Kamis (17/10), Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPSRI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) memberikan sepuluh tuntutan kepada pemerintah untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia.

Dalam demonya di depan kantor Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Kebon Sirih, Jakarta, mereka menyatakan jika pemerintahan SBY telah gagal dalam menyediakan pangan murah yang berkualitas untuk rakyat dan menuding jika TNP2K justru merupakan agen neoliberal.

Hal itu dinyatakan oleh Marlo Sitompul, Ketua Umum SPSRI. "Tahun 2013 rezim SBY-Boediono telah membiarkan pasar menaikkan harga pangan hingga 200 persen," ujar Marlo dalam orasinya.


Selain itu, SPRSI dan LMND juga mengungkapkan angka kematian ibu dan anak yang mencapai angka 355-400 kematian per 1000 kelahiran ditambah kenaikan harga BBM, listrik dan tingginya pengangguran.

SPRSI dan LMND pun menuntut rezim SBY-Boediono untuk mencabut seluruh UU Pasar Bebas; nasionalisasi perusahaan tambang, perkebunan dan pertanian asing; perbesar anggaran pendidikan; tolak privatisasi kesehatan: perlindungan pasar hasil pertanian indonesia; lapangan pekerjaan untuk rakyat; menolak hasil pertemuan APEC di Bali 2013; pembentukan dewan pengawas layanan publik; stop impor pangan dan menaikkan upah buruh hingga 50 persen. [ysa]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya