Berita

ERICK THOHIR/NET

Dunia

Erick Thohir Resmi Kuasai Saham Mayoritas Inter Milan

Nasib Massimo Moratti Selanjutnya?
RABU, 16 OKTOBER 2013 | 20:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengusaha Indonesia, Erick Thohir dan dua rekannya telah menandatangani kesepakatan untuk mengambil alih saham mayoritas klub sepak bola yang telah merebut 18 kali juara dari Italia, Inter Milan pada Selasa (15/10).

Pengambilalihan tersebut dilaporkan menelan biaya sebesar 350 juta Poundsterling setara dengan 501 juta Dolar AS  atau jika dikonversi setara dengan Rp 5,1 triliun.

Thohir dan dua rekannya yang juga orang Indonesia, Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo sepakat untuk membeli 70 persen saham Inter.


Pria 43 tahun tersebut merupakan bagian pemilik Philadelphia 76ers dan DC United. Dia juga ketua Kelompok Mahaka yang memiliki kepentingan bisnis di media dan hiburan. Thohir mengaku terhormat dan menuturkan rasa senangnya dapat membeli saham sepak bola yang dipimpin oleh Massimo Moratti tersebut.

"Saya merasa terhormat bahwa Moratti telah mempercayakan saya dengan tanggung jawab untuk memimpin Inter dalam bab berikutnya, dan saya senang memiliki saham tersebut dan melanjutkan di masa depan sebagai pasangan saya," katanya, seperti dilansir Heraldsun.com.au.

Thohir yang juga menduduki jabatan sebagai wakil presiden Komite Olimpiade Indonesia dan kepala misi Indonesia misi untuk Olimpiade London 2012 mengakui mencintai olahraga.

"Saya seorang pengusaha tapi pertama-tama saya pendukung dan pencinta olahraga," kata Thohir.

Namun pengambilalihan tersebut menyisakan pertanyaan mengenai nasib Moratti. Masih belum jelas apakah Moratti yang berusia 68 tahun dan telah memiliki klub tersebut sejak 1995 akan tetap menjadi presiden klub atau tidak.

"Itu saya tidak tahu," kata Moratti.

Inter Milan dan rivalnya yang berasal dari kota yang sama, AC Milan masing-masing telah memenangkan 18 gelar Serie A. Inter juga telah memenangkan tiga kali Piala Eropa. Morrati mengambil alih klub setelah ayahnya, Angelo yang merupakan pemilik tim sejak awal 1960-an, ketika Inter memenangkan Piala Eropa dua kali.

Setelah beberapa tahun sulit di bawah Moratti muda, Inter kembali ke puncak setelah skandal pengaturan pertandingan 2006 dan memenangkan lima gelar Serie A berturut-turut dari 2006-2010. Pada tahun 2010 , Inter juga memenangi Liga Champions dan Piala Italia untuk kemenangan tiga kali lipat yang belum pernah terjadi sebelumnya di Italia, dengan Jose Mourinho sebagai manajer.[wid]


Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya