Berita

ilustrasi/net

HARI PANGAN SEDUNIA

KAMMI Suruh Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Pertanian

RABU, 16 OKTOBER 2013 | 16:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di Indonesia, Hari Pangan Sedunia, yang jatuh pada hari ini (16/10), masih dihantui oleh gagalnya petani untuk berdaulat atas hasil pertaniannya sendiri.

Karena itu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mendesak pemerintah untuk mengubah paradigma dalam pembangunan pertanian. Paradigma lama yang bertumpu pada produktivitas harus mulai diimbangi dengan upaya-upaya politik yang berorientasi pada kesejahteraan kaum tani.
 
"KAMMI juga mendesak ada desain pembangunan pertanian yang integral dan menyangkut berbagai sektor, khususnya industri. Pemerintah juga harus memperdalam riset pertanian nasional dan kajian ulang sebagai basis data untuk menentukan kebijakan pertanian masa depan," kata Arif beberapa saat lalu (Rabu, 16/10).


Hal lain yang juga mendesak dilakukan pemerintah, lanjut Arif, adalah melakukan operasi pasar dan penentuan kebijakan harga pangan dengan tidak mengikuti harga pasar bebas untuk menstabilisasi harga pangan. Monopoli industri komoditas pertanian yang dikuasi oleh perusahaan pertanian asing harus segera dihentikan.

"Segera lakukan tindakan pencegahan terhadap tindak illegal unreported and unregulated fishing  dan memperhatikan kesejahteraan serta sarana dan prasarana nelayan tradisional, serta segera melaksanakan reforma agraria agar para petani tak lagi menjadi buruh tani dan budak dinegeri sendiri," demikian Arif. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya