Upacara pemakaman penjahat perang Nazi, Erich Priebke di kota Albano Laziale, Italia terpaksa dibatalkan karena alasan keamanan. Pembatalan menyusul bentrokan antara demonstran yang menolak pemakaman Priebke dengan simpatisan Nazi.
Menurut laporan BBC, bentrokan terjadi ketika mobil pembawa peti mati Priebke melintas dan lebih dari 500 demonstran berteriak 'pembunuh' pada Selasa (15/10) waktu setempat. Bentrokan tersebut membuat polisi menggunakan tabung gas air mata.
Pengacara Priebke, Paolo Giachini mengatakan, pihaknya terpaksa menghentikan upacara pemakaman karena pemerintah mencegah teman-teman dan keluarga Priebke untuk melanjutkannya karena alasan keamanan.
Priebke merupakan mantan perwira SS (Schutzstaffel) yakni pasukan militer Partai Nazi Jerman. Ia dipenjara seumur hidup pada tahun 1998 atas pembunuhan lebih dari 300 warga sipil. Ketika itu ia hadir selama pembunuhan pria dewasa dan anak laki-laki di Gua Ardeatine Roma pada tahun 1944.
Pembunuhan tersebut merupakan serangan balasan yang diperintahkan oleh Adolf Hitler setelah sebelumnya 33 tentara Jerman di Roma dibunuh oleh pejuang. Setelah Perang Dunia II, Priebke tinggal di Argentina Andes resor Bariloche, sebelum identitasnya sebagai penjahat perang diresmikan pada tahun 1994.
Ia kemudian diekstradisi ke Italia dan dipenjara. Tetapi karena usia dan kesehatannya yang kian memburuk, ia diizinkan menjalani hukumannya dalam tahanan rumah di Roma. Ia tewas dalam tahanan rumah tersebut pada Jumat pekan lalu di usia 100 tahun. Hingga kematiannya, Priebke belum pernah meminta maaf atas dosa masa lalaunya tersebut.
Sempat timbul perdebatan ketika jasad Priebke akan dimakamkan. Argentina yang merupakan negara dimana ia tinggal selama hampir 50 tahun sebelum diekstradisi ke Italia, telah menolak untuk menerima jasadnya. Namun masyarakat St Pius X yang merupakan kelompok pecahan Katolik di Roma menawarkan diri untuk menggelar upacara pemakamannya.
Ketika upacara pemakaman itulah terjadi demonstrasi. Demonstran yang marah mengejek dan memukul mobil jenazah yang membawa peti mati Priebke. Peti mati tersebut kemudian berhasil diamankan ke ruangan St Pius X. Tidak jelas apakah peti mati tersebut masih berada di ruangan atau telah dipindahkan ke lokasi yang berbeda
.[wid]