Berita

FOTO:BBC

Dunia

Didemo, Pemakaman Penjahat Perang Nazi Dibatalkan

RABU, 16 OKTOBER 2013 | 11:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Upacara pemakaman penjahat perang Nazi, Erich Priebke di kota Albano Laziale, Italia terpaksa dibatalkan karena alasan keamanan. Pembatalan menyusul bentrokan antara demonstran yang menolak pemakaman Priebke dengan simpatisan Nazi.

Menurut laporan BBC, bentrokan terjadi ketika mobil pembawa peti mati Priebke melintas dan lebih dari 500 demonstran berteriak 'pembunuh' pada Selasa (15/10) waktu setempat. Bentrokan tersebut membuat polisi menggunakan tabung gas air mata.

Pengacara Priebke, Paolo Giachini mengatakan, pihaknya terpaksa menghentikan upacara pemakaman karena pemerintah mencegah teman-teman dan keluarga Priebke untuk melanjutkannya karena alasan keamanan.


Priebke merupakan mantan perwira SS (Schutzstaffel) yakni pasukan militer Partai Nazi Jerman. Ia dipenjara seumur hidup pada tahun 1998 atas pembunuhan lebih dari 300 warga sipil. Ketika itu ia hadir selama pembunuhan pria dewasa dan anak laki-laki di Gua Ardeatine Roma pada tahun 1944.

Pembunuhan tersebut merupakan serangan balasan yang diperintahkan oleh Adolf Hitler setelah sebelumnya 33 tentara Jerman di Roma dibunuh oleh pejuang. Setelah Perang Dunia II, Priebke tinggal di Argentina Andes resor Bariloche, sebelum identitasnya sebagai penjahat perang diresmikan pada tahun 1994.

Ia kemudian diekstradisi ke Italia dan dipenjara. Tetapi karena usia dan kesehatannya yang kian memburuk, ia diizinkan menjalani hukumannya dalam tahanan rumah di Roma. Ia tewas dalam tahanan rumah tersebut pada Jumat pekan lalu di usia 100 tahun. Hingga kematiannya, Priebke belum pernah meminta maaf atas dosa masa lalaunya tersebut.

Sempat timbul perdebatan ketika jasad Priebke akan dimakamkan. Argentina yang merupakan negara dimana ia tinggal selama hampir 50 tahun sebelum diekstradisi ke Italia, telah menolak untuk menerima jasadnya. Namun masyarakat St Pius X yang merupakan kelompok pecahan Katolik di Roma menawarkan diri untuk menggelar upacara pemakamannya.

Ketika upacara pemakaman itulah terjadi demonstrasi. Demonstran yang marah mengejek dan memukul mobil jenazah yang membawa peti mati Priebke. Peti mati tersebut kemudian berhasil diamankan ke ruangan St Pius X. Tidak jelas apakah peti mati tersebut masih berada di ruangan atau telah dipindahkan ke lokasi yang berbeda.[wid] 

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya