Berita

presiden sby/net

Singgung Politik Dinasti, SBY Seperti Jeruk Makan Jeruk

SENIN, 14 OKTOBER 2013 | 09:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan Presiden SBY yang menyinggung politik dinasti patut mendapat apresiasi. Sebab selama ini, SBY jarang berkomentar secara bernas seperti halnya pernyataan soal politik dinasti. Dan sudah diduga, sasaran tembak SBY adalah politik keluarga besar Ratut Atut Chosiyah yang juga kader Partai Golkar di Banten.

Pengajar komunikasi politik di Program S2 dan S1 Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, menganggap tidak ada yang salah bila seorang presiden berkomentar masalah kenegaraan yang tengah ramai dibicarakan, dan telah lama menggejala di Banten. Ari menilai dan membandingkan, bila SBY berbicara soal Bunda Puteri di Halim Perdana Kusuma sebagai blunder, makan dalam hal politik dinasti ini SBY bisa diberi nilai A min.

"Bahkan SBY seharusnya sudah lama mewanti-wanti bahayanya politik keluarga yang ternyata lebih banyak membawa mudhdarat di Banten. Bukankah SBY kerap berkunjung ke Banten dan lokasinya pun dekat dengan Jakarta ? Kemiskinan pun begitu kentara begitu kita melewati jalan tol selepas Kebun Jeruk, Jakarta Barat," ujar Ari Junaedi kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 14/10).


Hanya saja, Ari, yang juga dosen di sejumlah perguruan tinggi ini, menyarankan agar SBY sebaiknya juga menjadi suri tauladan alias contoh yang baik. Artinya, antara kata dan perbuatan harusnya berbanding lurus.

"Coba telisik daftar caleg Demokrat. Berapa banyak caleg yang memiliki hubungan kekerabatan dengan SBY dan Bu Ani SBY. Komentar pak SBY kan bisa aja dianggap jeruk makan jeruk," sergah Ari.

"Politik dinasti memang tidak ada larangannya apalagi jika dibarengi dengan sosok pemimpin yang bersahaja dan tidak korupsi. Tapi apa jadinya jika politik dinasti hanya dimaksudkan sebagai jaring pengaman kekuasaan politik dan ekonomi," demikian Ari Junaedi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya