Berita

Dunia

India Waspada Badai Topan Phailin

SABTU, 12 OKTOBER 2013 | 19:58 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Hari ini Pemerintah India mengeluarkan peringatan bahaya terkait badai Topan Phailin yang diprediksi akan menghantam negara Taj Mahal tersebut.

Departemen Meteorologi India mengatakan angin yang berhembus diperkirakan hingga 220 km/jam (136mph). Badai itu kemungkinan akan menghantam
kota Gopalpur, negara bagian Orissa, yang diduga mampu menyebabkan kerusakan bangunan.

"Tidak ada yang akan diizinkan untuk tinggal di rumah jerami di daerah pesisir,'' kata Menteri Penanggulangan Bencana Orissa, Surya Narayan Patra, sebagaimana dilansir Press TV (Sabtu, 12/10).

"Tidak ada yang akan diizinkan untuk tinggal di rumah jerami di daerah pesisir,'' kata Menteri Penanggulangan Bencana Orissa, Surya Narayan Patra, sebagaimana dilansir Press TV (Sabtu, 12/10).

Laporan mengatakan, lebih dari 200 ribu orang di India telah dievakuasi sebelum topan yang menghantam melalui Teluk Benggala ke arah pantai timur. "Badai berpotensi menyebabkan kerusakan besar," kata Dirjen Departemen Meteorologi India, LS Rathore.

Tentara dan Palang Merah India telah bersiaga di negara bagian Orissa dan Andhra Pradesh, serta kepulauan Andaman dan Nicobar .

Bencana serupa juga pernah terjadi pada tahun 1999. Saat itu badai menghantam daerah pesisir yang sama dan menewaskan lebih dari 8 ribu orang. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya