. Kritik terhadap politik dinasti sudah disuarakan sejak lama. Bahkan salah satu faktor kekesalan publik pada Rezim Soeharto juga karena dinilai sedang membangun politik dinasti.
Sejak Reformasi, berkali-kali politik dinasti ini mendapat sorotan. Terakhir, saat SBY menjadi Ketua Umum Demokrat, persoalan politik dinasti pun mencuat dan jadi perbincangan publik lagi, hingga akhirnya tenggelam oleh berbagai kasus yang muncul ke permukaan.
Kini "kutukan" pada politik dinasti kembali muncul. Pemicunya adalah ditangkapnya adik Gubernur Banten Ratu Atut Choyiah, Tubagus Chaeri Wardhana, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan sengketa Pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK).
Tubagus Wawan, begitu Wardhana disapa, selain adik kandung Atut, juga adik kandung dari Ratu Tatu Chasanah, Wakil Bupati Serang, dan suami dari Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Politik dinasti di Banten pun kembali dibongkar.
Tidak kurang, SBY pun ikut bicara. Kata SBY, Jumat malam (11/10), meski UUD 1945 dan UU tidak pernah membatasi siapa pun menjadi apa dalam posisi di pemerintahan, namun pemerintahan juga harus dibangun atas norma kepatutatan. Politik dinasti dan monopoli kekuasaan, ungkap SBY, selain tidak patut, juga akan berdampak buruk.
Pernyataan SBY ini pun mendapat perbincangan dari publik. Menurut Gurubesar Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, ucapan SBY tidak sesuai dengan lakunya. SBY melarang untuk memonopoli kekuasaan, sedang ia sendiri sedang membangun "politik kerajaan."
Bahkan, di media sosial, juga melalui pesan singkat yang beredar, muncul gugatan sekaligus sindirian pada SBY. SBY disebutkan bagai memukul air di dulang, terpecik muka sendiri. Bagaimana tidak, langkah SBY tak berbeda dengan politik keluarga Atut.
Paling tidak, inilah keluarga atau yang memiliki kekerabatan dengan SBY yang mencoba masuk ke lingkar kekuasaan melalui pemilihan umum.
1. Edhi Baskoro Yudhoyono (anak SBY) Jatim VII.
2. Sartono Hutomo (sepupu SBY) Jatim VII.
3. Hartanto Edhi Wibowo (adik ipar SBY) Banten III.
4. Agus Hermanto (adik ipar SBY) Jateng I.
5. Nurcahyo Anggorojati (anak Hadi Utomo, ipar SBY) Jateng VI.
6.Lintang Pramesti (anak Agus Hermanto) Jabar VIII.
7. Putri Permatasari (keponakan Agus Hermanto) Jateng I.
8. Dwi Astuti Wulandari (anak Hadi Utomo) DKI I.
9. Mexicana Leo Hartanto (keponakan SBY) DKI I.
10. Decky Hardijanto (keponakan Hadi Utomo) Jateng V.
11. Indri Sulistiyowati (keponakan Hadi Utomo) NTB.
12. Sumardani (suami Indri Sulistiyowati) Riau I.
13. Agung Budi Santoso (famili Hadi Utomo) Jabar I.
14. Sri Hidayati (adik ipar Agung Budi Santoso).
15. Putut Wijanarko (suami Sri Hidayati) Jatim VI.
[ysa]