Berita

jokowi/rmol

Gebrakan Jokowi Hapus Praktek KKN

JUMAT, 11 OKTOBER 2013 | 15:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Model penempatan birokrasi lewat lelang jabatan ala Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, terus menuai pujian. Sebab langkah ini merupakan cara tepat untuk  membangun kelembagaan berbasis merit system, bukan like and dislike.

"Saya kira kepala daerah lainnya, bahkan kementerian, mestinya mengikuti cara Jokowi. Kemenkumham, sepertinya sudah mulai menerapkan model seperti yang dilakukan Jokowi," kata pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi, beberapa saat lalu (Jumat, 11/10).

Hal yang sama, disampaikan dosen Ilmu Pemerintahan dari UGM, Abdul Gaffar Karim. Menurut dia, lelang jabatan secara terbuka, merupakan sebuah gebrakan baru yang positif. Gebrakan ini, akan efektif memecah kebuntuan dalam birokrasi di Indonesia. Terutama menyangkut seleksi jabatan publik, yang acapkali sarat dengan praktek KKN.


"Promosi birokrasi yang  selama ini ada cenderung tertutup,  sehingga rawan penyimpangan. Gebrakan Jokowi membuat rekrutmen itu lebih terbuka," kata dia.

Praktek KKN pun, kata Abdul Gaffar  akan tereliminir dengan sendirinya. Ia juga yakin, bila pun ada kelemahan, Jokowi  akan terus mengevaluasinya. Ia melihat, semangat dari lelang jabatan itu, adalah untuk mendapatkan aparatur yang melayani publik. Tidak seperti selama ini, yang dihasilkan selalu birokrat yang bermental majikan.

"Publik mesti mendukungnya, bila memang ingin mendapatkan pelayan rakyat, bukan birokrasi yang bermental majikan," demikian Abdul Gaffar. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya