Berita

ali zaiden/net

Perdana Menteri Libya Dibebaskan Setelah Enam Jam Diculik

JUMAT, 11 OKTOBER 2013 | 10:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Perdana Menteri Libya Ali Zeidan dilepaskan setelah diculik beberapa jam oleh kelompok pemberontak bersenjata. Zeidan diculik dari tempat tinggalnya di hotel mewah Corinthia, Tripoli. Di tempat ini  banyak diplomat dan pejabat tinggi pemerintah Libya hidup dan menetap karena dinilai sebagai salah satu tempat paling aman di Libya.

Pasca pembebasannya, Zeidan menyerukan agar masyarakat Libya tenang dan tidak memicu konflik baru.

"Kami berharap hal ini (penculikan) diperlakukan dengan bijaksana dan rasional, jauh dari ketegangan, karena ada banyak hal yang perlu diurus," kata Zeidan kepada kabinetnya dalam pernyataan yang disiarkan di televisi setelah pembebasannya pada Kamis (10/10), seperti dilansir Aljazeera.


Dalam pernyataanya, Zeidan menjamin keamanan para warga negara asing yang tinggal di Libya. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada dua pasukan militer yang telah membantu merundingkan kebebasannya dan mendesak para penculik yang merupakan kelompok pemberontak bersenjata untuk bergabung dengan pasukan militer Libya. Pasukan pemberontak tersebut diketahui pernah menolak kesepakatan untuk melucuti senjata ataupun bergabung dengan keamanan nasinal di masa lalu.

Pemberontak tesebut berasal dari Kamar Operasi Revolusi Libya (Libyan Revolutionary Operations Chamber) yang kemudian bersedia diangkat menjadi pasukan keamanan Libya.

Juru bicara kelompok pemberontak itu mengatakan bahwa penculikan Zeidan dipicu oleh pernyataan Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang menyatakan bahwa pemerintah Libya memiliki peran dalam penangkapan akhir pekan lalu di kota Abu Anas al-Liby. Kelompok ini juga menuduh Zeidan menyuap penjaga militer agar memblokir kilang minyak di Libya Timur pada September lalu. Hal tersebut memicu kemarahan di kelompok pemberontak tersebut.

Beberapa saat sebelum Zeidan merilis pernyataanya tersebut, Wakil Perdana Menteri Al-Seddik Abdelkarim telah bersumpah bahwa pemerintah tidak akan memberikan hukuman ataupun tuntutan pidana bagi para pelaku. Pernyataan tersebut juga dibuktikan dengan tidak memberikan hukuman bagi para penculik Zeidan yang telah bersedia bergabung pada barisan pengamanan nasional Libya. [ysa]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya