Berita

Cawalkot Pangkalpinang Tuntut Pembubaran PTTUN, DKPP dan MK

KAMIS, 10 OKTOBER 2013 | 14:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon Walikota (Cawalkot) Pangkalpinang, Ismiryadi menuntut pembubaran Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dan Mahkamah Konstitusi (MK). Ismiryadi kesal atas putusan MK yang dibacakan kemarin, dimana permohonannya dinyatakan tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) sebagai pemohon.

Padahal Ismiryadi sudah membawa dokumen yang kuat ke MK untuk memproses permohonannya. Dokumen-dokumen tersebut antara lain putusan PTUN Palembang, putusan PT TUN Medan, serta putusan DKPP, yang selurhnya menyatakan Ismiryadi berhak menjadi peserta Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pangkalpinang.

"Jadi buat apa putusan PTUN, PT TUN, dan DKPP itu kalau ternyata oleh MK putusan mereka tidak dianggap, tidak dipertimbangkan. Bubarkan sajalah mereka. Tidak ada gunanya," kata Ismiryadi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/10).


Ismiryadi mengaku upaya hukum ke MK yang ditempuhnya sebenarnya tidak dapat dilakukan. Sebab yang disengketakan oleh dirinya bukan masalah hasil Pemilu, tapi hanya masalah administrasi, dimana hal itu bukan merupakan kewenangan MK.

"Tapi kenapa dalam rapat pleno awal MK menerima permohonan saya, dan melanjutkan persidangan. Saya tahu administrasi ini bukan wilayah MK. Saya cuma bingung mau mengadu kemana, sebab KPU tak mau melaksanakan putusan PT TUN," tuturnya.

Seharusnya, jika memang bukan kewenangannya, kata Ismiryadi, MK dari awal menolak permohonan tersebut. Dengan demikian, dirinya tidak perlu repot-repot membawa bukti-bukti dan dokumen-dokumen pendukung, bahkan sampai rela mengorbankan waktunya. Ismiryadi pun saat ini hanya menunggu itikad baik dari KPU Pangkalpinang, untuk mengeksekusi putusan PT TUN Medan, dimana KPU diberi batas waktu 60 hari sejak putusan dibacakan.

"Kita tunggu saja. Ini belum 60 hari. Apabila KPU ternyata tak juga mengeksekusi putusan PT TUN, saya akan melakukan langkah selanjutnya. Yang pasti untuk MK saya sudah sangat kecewa, entah mengapa mereka bersikap aneh seperti itu," tandasnya. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya