Berita

Romahurmuziy/net

Fitra Minta KPK dan PPATK Kerja Sama Ungkap Dugaan Aliran Dana ke Sekjen PPP

KAMIS, 10 OKTOBER 2013 | 11:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengungkap dugaan aliran dana sebesar 130 ribu dolar AS Kepada Ketua Komisi IV yang juga Sekjen PPP, Romahurmuziy, sebagaimana disampaikan Yudi Setiawan, saksi dalam kasus suap impor sapi, dalam Persidangan Tipikor.

"Dia tidak mungkin omdo alias asal omomg doang di persidangan karena Saksi Yudi sudah disumpah sebelum bersaksi di pengadilan. Jadi, apapun penyataan Yudi bisa dijadikan sebagai barang bukti untuk ditindaklanjuti oleh KPK dan kasus pengadaan benih Jagung ini harus ditindaklanjuti," kata Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok sky Khadafi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 10/10).

Uchok mengatakan bahwa lelang pengadaan benih jagung yang terdiri dari dua paket ini juga bermasalah. Pengumuman paket pertama pada tanggal 23 april 2012 dan paket kedua pada tanggal 15 Agustus 2012.


Uchok menjelaskan, jumlah anggaran pengadaan benih jagung hibrida dalam rangka optimalisasi pengembangan areal tanam jagung Hibrida Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2012 (paket -2) dengan Paket HPS (Harga Perkiraan sendiri) sebesar Rp 36.399.636.000.  Sementara pengadaan benih jagung hibrida dalam rangka optimalisasi pengembangan areal tanam jagung hibrida Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2012 (paket -1) dengan Paket HPS (Harga Perkiraan sendiri) sebesar Rp 27.225.000.000.

"Lelang pengadaan benih Jagung ini bermasalah karena dimenangkan oleh harga penarawan yang tinggi, padahal ada penawaran harga yang rendah dan murah," demikian Uchok. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya