Berita

lembaga pemasyarakatan/net

Hukum

Menkumham Lempar Dua Nama Calon Dirjenpas ke Presiden

KAMIS, 10 OKTOBER 2013 | 11:30 WIB | LAPORAN:

Kementerian Hukum dan HAM telah menyerahkan dua nama kepada Presiden RI untuk dipertimbangkan salah satunya menjadi Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

"Terkait pengusulan Dirjen Pemasyarakatan (Dirjenpas) perlu dijelaskan bahwa dua nama telah diserahkan kepada Presiden, yaitu Handoyo Sudradjat dan Ambeg Paramartha," kata Wakil Menteri Hukum dan HAM yang juga Ketua Panitia Seleksi, Denny Indrayana, kepada wartawan, beberapa saat lalu (Kamis, 10/10).

Handoyo adalah mantan Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sekarang auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sedangkan Ambeg sekarang menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Hukum dan HAM.


"Kedua nama yang diusulkan Menkumham kepada Presiden itu sejalan dengan hasil tes yang dilakukan Pansel Dirjenpas. Keduanya mendapatkan nilai terbaik dari sisi integritas, penguasaan materi dan kepemimpinannya," tambah Denny.

Perlu diketahui bahwa awalnya Pansel ingin mengajukan tiga nama kepada Menkumham, untuk diteruskan kepada Presiden.  Satu nama lain adalah Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, Adrianus Meliala. Tetapi setelah berdiskusi panjang, Pansel akhirnya mengajukan dua nama saja kepada Menteri.

"Sejak minggu lalu surat usulan Dirjenpas itu sudah dikirimkan kepada Presiden dan sampai pula kepada Tim Penilai Akhir Eselon I. Insya Allah, siapapun yang terpilih adalah kandidat terbaik yang bisa membawa pemasyarakatan ke arah yang lebih baik," tandas Denny.

Calon Dirjenpas memiliki banyak tugas berat menanti. Antara lain, kelebihan kapasitas di sejumlah lembaga pemasyarakatan, pembersihan lapas dari telepon genggam, peredaran narkoba dan pungutan liar di lembaga pemasyarakatan. [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya