Berita

ilustrasi/net

Aliansi Mahasiswa Papua Minta Pemerintah Perbolehkan Wartawan Asing Meliput

KAMIS, 10 OKTOBER 2013 | 07:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

.Aktivis Aliansi Mahasiswa Papua meminta pemerintah agar memperbolehkan wartawan asing untuk meliput di provinsi Papua dan Papua Barat.

Untuk mengekpresikan tuntutan, tiga aktivis dari Aliansi Mahasiswa Papua menaiki tembok Konsulat Australia di Bali, pada hari Minggu kemarin (6/10), ketika acara APEC digelar. Ketiga aktivis itu adalah Rofinus Yanggam (31), Markus Jerewon (29), dan Yuvensius Goo (22)

Bertempat di Konsulat Australia, yang terletak di Jalan Tantular di kawasan Renon, Denpasar, mereka pun mohon perlindungan agar tidak diusir. Sebab menurut hukum international, warga Indonesia tak bisa memasuki konsulat Australia tanpa permintaan dari Australia.


Dalam surat bahasa Inggris yang dialamatkan kepada rakyat Australia, para aktivis ini pubn minta Perdana Menteri Tony Abbott agar mendorong pemerintah Indonesia membebaskan sedikitnya 55 tapol dari beberapa penjara di Papua, terutama Filep Karma, pegawai negeri yang dihukum 15 tahun di penjara Abepura.

"Tapol dorang tidak bikin kekerasan. Dorang berjuang jujur, terbuka, damai, trada kekerasan. Pemerintah Indonesia su tangkap dan penjara dorang karena dorang bicara politik dan hak asasi manusia," tulis dalam surat tersebut sebagaimana diterima redaksi beberapa saat lalu (Kamis, 10/10).

Aliansi Mahasiswa Papua adalah organisasi mahasiswa Papua yang belajar di Bali dan Jawa. Ketiga aktivis tersebut meninggalkan pesan, copy dari surat mereka dan minta disiarkan ke media. Mereka kuatir akan keselamatan mereka bila diusir oleh pemerintah Australia. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya